Kemenkeu Siapkan 380 Formasi CPNS Bea Cukai Lulusan SMA
Kementerian Keuangan merencanakan pembukaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebanyak 380 formasi khusus lulusan SMA atau sederajat pada Selasa, 19 Mei 2026.
Langkah penyiapan formasi resmi tersebut dilakukan oleh pemerintah di tengah maraknya penyebaran informasi palsu terkait pembukaan seleksi nasional tersebut di media sosial seperti Facebook dan TikTok.
Menteri Keuangan Purbaya menegaskan bahwa rekrutmen untuk formasi khusus ini akan segera dieksekusi setelah sempat mengalami penundaan selama beberapa bulan.
"Di Kementerian Keuangan, dalam waktu dekat kita akan membuka rekrutmen di Bea Cukai untuk 380 lulusan SMA. Sudah tertunda beberapa bulan, jadi saya minta segera dieksekusi," ujar Menteri Keuangan Purbaya.
Rencana tersebut sekaligus memperjelas status seleksi yang sebenarnya setelah Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan secara tertulis membantah klaim pembukaan pendaftaran periode 27 April hingga 29 Mei 2026 yang beredar di masyarakat.
"Berita yang beredar mengenai pembukaan pendaftaran CPNS Bea Cukai pada tanggal tersebut merupakan berita hoaks," tulis penjelasan resmi Kemenkeu.
Pihak kementerian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap segala penawaran lowongan kerja palsu yang mengatasnamakan Kementerian Keuangan karena proses seleksi nasional memang belum berjalan resmi.
Kepala Badan Kepegawaian Negara, Zudan Arif Fakrulloh, turut memverifikasi bahwa pengumuman rekrutmen Aparatur Sipil Negara di luar kanal resmi instansi pemerintah tersebut adalah tidak benar.
"Belum ada pembukaan tes CPNS. Itu hoaks ya," tegas Kepala Badan Kepegawaian Negara, Zudan Arif Fakrulloh.
Badan Kepegawaian Negara mengingatkan warga agar selalu melakukan verifikasi validitas informasi melalui portal resmi sscasn.bkn.go.id atau situs resmi kementerian terkait.
Modus penipuan berupa tautan formulir digital ilegal yang meminta identitas KTP dan nomor Telegram aktif tersebut diketahui turut mencatut nama lembaga lain seperti Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Perhubungan.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kemenag Wawan Djunaedi mengingatkan warga agar tidak menjadi korban dari pihak yang memanfaatkan nama instansi untuk kepentingan sepihak.
"Jangan sampai tertipu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan nama Kemenag untuk kepentingan pribadi," kata Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kemenag Wawan Djunaedi.
Berdasarkan laporan Kementerian Komunikasi dan Digital, konten tiruan atau impostor content ini sengaja dibuat menyerupai informasi resmi untuk mengarahkan pelamar ke situs gratisan di luar domain pemerintah yang berpotensi menjadi modus pencurian data pribadi.