Jepang Usir Dua Kapal Penjaga Pantai China di Kepulauan Senkaku

Share

Ketegangan maritim kembali terjadi di wilayah perairan yang disengketakan. Pemerintah Jepang mengusir dua kapal penjaga pantai milik China yang terdeteksi mendekati pulau-pulau sengketa di bawah klaim Beijing.

Seperti dikutip dari Detikcom, insiden ini berlangsung di tengah kondisi hubungan bilateral kedua negara yang dilaporkan terus memburuk dalam beberapa waktu terakhir.

Otoritas penjaga pantai Jepang melaporkan bahwa kapal-kapal dari Negeri Tirai Bambu tersebut kedapatan sedang mendekati sebuah kapal penangkap ikan Jepang yang tengah beroperasi di area perairan tersebut pada Selasa (7/7/2026).

Hubungan diplomatik kedua negara memang mengalami penurunan signifikan sejak beberapa bulan lalu. Situasi memanas dipicu oleh komentar kontroversial terkait Taiwan yang dilontarkan oleh Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada November tahun lalu.

Sengketa wilayah ini berpusat pada kepemilikan Kepulauan Senkaku, yang oleh pihak Beijing dinamakan sebagai Kepulauan Diaoyu. Wilayah tak berpenghuni ini terletak secara geografis di antara Taiwan dan Okinawa.

Otoritas penjaga pantai Jepang mengonfirmasi bahwa mereka segera mengambil tindakan taktis di lapangan dengan mengerahkan armada di sekitar kapal penangkap ikan domestik guna memastikan aspek keselamatannya.

Otoritas penjaga pantai Jepang mengeluarkan pernyataan resmi terkait keberhasilan operasi penghalauan kapal asing tersebut dari zona teritorial mereka.

"mengeluarkan perintah untuk pergi… dan berhasil memaksa kapal-kapal penjaga pantai China untuk meninggalkan perairan wilayah Jepang sekitar pukul 09.20 pagi hari ini"

Berdasarkan laporan pemantauan radar, awalnya terdeteksi sebanyak empat kapal penjaga pantai China yang berlayar di sekitar kawasan tersebut, namun hanya dua kapal yang terbukti melakukan manuver masuk ke dalam wilayah laut Jepang.

Pemerintah Jepang melalui aparat penegak hukum lautnya menegaskan bahwa aktivitas yang dilakukan oleh armada Beijing tersebut telah melanggar ketentuan hukum internasional yang berlaku secara global.

"Penjaga Pantai Jepang akan terus merespons dengan tenang dan tegas sesuai dengan hukum internasional maupun domestik, serta akan mengambil segala langkah yang memungkinkan untuk menjamin keamanan perairan wilayah kami,"

Pihak Beijing sendiri diketahui secara konsisten menempatkan kapal-kapal patroli mereka di sekitar kepulauan tersebut. Langkah ini kerap memicu gesekan dan potensi konflik maritim yang berbahaya dengan Tokyo.

Pada November tahun lalu, PM Takaichi sempat menyatakan bahwa pihak Tokyo membuka peluang untuk melakukan intervensi militer apabila terjadi serangan bersenjata terhadap wilayah Taiwan yang memiliki sistem pemerintahan demokratis.

Di sisi lain, China tetap memegang prinsip teguh bahwa Taiwan merupakan bagian dari wilayah kedaulatan sah mereka dan tidak menutup opsi penggunaan kekuatan militer untuk merebutnya kembali.

Merespons pernyataan tersebut, pihak Beijing langsung melayangkan kecaman keras, mengeluarkan imbauan bagi warga negaranya untuk tidak melakukan perjalanan ke Jepang, serta memperketat kebijakan pembatasan perdagangan terhadap sejumlah perusahaan asal Tokyo.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author