TNI Angkatan Darat Melantik 17.702 Prajurit Tamtama Baru

Share

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat melantik sebanyak 17.702 mantan siswa Pendidikan Pertama Tamtama Gelombang I Tahun Anggaran 2026 menjadi Prajurit Dua pada Jumat, 22 Mei 2026 dan Sabtu, 23 Mei 2026. Pelantikan dilakukan di berbagai Resimen Induk Daerah Militer untuk memperkuat pertahanan nasional dan mendukung program pembangunan wilayah.

Dari total puluhan ribu personel tersebut, sebanyak 1.583 prajurit dilantik di Rindam II/Sriwijaya, 1.407 prajurit di Rindam IX/Udayana, dan 976 prajurit di Rindam XV/Pattimura. Sementara itu, Rindam XII/Tambun Bungai melantik 314 prajurit untuk penempatan di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, serta sejumlah prajurit infanteri dilantik di Aceh Besar.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan momentum sakral ini menandai transformasi besar fisik dan mental para pemuda pilihan dari masyarakat biasa menjadi benteng pertahanan negara, di mana kehadiran mereka diproyeksikan dalam Batalyon Teritorial Pembangunan.

“Momentum pelantikan ini bukan akhir perjuangan, melainkan awal pengabdian yang masih panjang. Pelihara kehormatan diri, jaga nama baik satuan, dan buktikan bahwa kalian layak menjadi bagian dari kekuatan utama TNI Angkatan Darat,” demikian amanat Kasad yang dibacakan Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi di Buleleng.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menambahkan bahwa para prajurit muda ini telah melewati proses pembentukan yang tidak mudah untuk menghadapi dinamika tugas ke depan.

“Para prajurit muda ini telah melewati proses pembentukan yang tidak mudah. Mereka ditempa untuk memiliki disiplin, mentalitas tangguh, jiwa korsa, serta kesiapan menghadapi dinamika tugas ke depan,” ujar Amrizal Nasution.

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, H. Adi Santoso turut menyampaikan apresiasi atas lahirnya generasi prajurit baru di wilayah Kalimantan.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengucapkan selamat kepada seluruh prajurit yang baru dilantik. Semoga amanah yang diemban dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat pengabdian kepada bangsa serta negara,” kata Adi Santoso.

Panglima Kodam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menegaskan tantangan geografis Kalimantan yang luas berupa hutan dan pedalaman membutuhkan prajurit yang adaptif dengan kemampuan teritorial mumpuni.

“Momen ini sangat penting. Kita baru saja melepas 314 putra terbaik asuhan Rindam XXII/Tambun Bungai, bagian dari 17.000 prajurit baru se-Indonesia. Mereka disiapkan memiliki kesiapan fisik, mental, dan kemampuan teritorial yang mumpuni. Wilayah Kalimantan menuntut prajurit yang tidak hanya kuat bertempur, tetapi juga adaptif dan memahami betul karakter sosial budaya masyarakat setempat,” ujar Zainul Arifin.

Para prajurit baru ini nantinya akan disinergikan dengan pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur fisik serta memperkokoh ketahanan masyarakat di wilayah terpencil.

“Mereka akan bersinergi penuh dengan pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur fisik, sekaligus memperkokoh ketahanan wilayah dan semangat juang masyarakat. Inilah definisi sesungguhnya: prajurit pembangun sekaligus pelindung rakyat,” ungkap Zainul Arifin.

Zainul mengingatkan agar para prajurit senantiasa menjaga kehormatan seragam serta menjadi solusi di tengah masyarakat tempat mereka bertugas.

“Kalian adalah wajah TNI di mata masyarakat. Saat terjun ke Batalyon Teritorial Pembangunan, jadilah solusi atas setiap kesulitan yang dihadapi rakyat di tempat tugas masing-masing,” tegas Zainul Arifin.

Pangdam meminta prajurit memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk mendukung tugas dengan tetap menghargai kearifan lokal setempat.

“Buktikan bahwa TNI AD selalu hadir bersama rakyat, berakar di bumi pertiwi, dan berjuang demi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Zainul Arifin.

Di sisi lain, anggota DPRK Aceh Singkil Sahman Gurinci menyatakan rasa bangga atas kelulusan anaknya, Prada Muhammad Raziqin, dalam upacara penutupan pendidikan infanteri di Aceh Besar.

“Salah satu Anggota Prajurit TNI-AD Putra Daerah Kabupaten Aceh Singkil, Desa Lipat Kajang Kecamatan Simpang Kanan. Prada. Muhammad Raziqin anak dari Sahman Gurinci Anggota DPRK Aceh Singkil Fraksi Partai NasDem, lengkap dengan selempang tanda kelulusan sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan pertama tamtama infanteri. Momentum ini menjadi langkah awal bagi para prajurit muda untuk mengemban tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” jelas Sahman Gurinci.

Sahman berharap anaknya dapat menjalankan tugas negara dengan baik dan senantiasa bersikap rendah hati kepada rakyat.

”Semoga anak saya menjalankan tugas untuk bangsa dan negara, tetap rendah hati dan baik-baik sama rakyat. Harap Sahman

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: militer Tamtama TNI AD
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author