Indonesia Berpeluang Jadi Tujuan Investasi Pusat Data Asia Tenggara

Share

Indonesia berpeluang besar menjadi tujuan utama investasi pusat data di Asia Tenggara seiring melonjaknya kebutuhan infrastruktur digital berbasis kecerdasan buatan pada Selasa (7/7/2026). Potensi ini muncul akibat penghentian pembangunan fasilitas baru di Singapura serta keterbatasan daya dukung operasional di Malaysia.

Pertumbuhan industri pusat data domestik kini dilaporkan telah melampaui rata-rata global yang berada di angka 20 persen hingga 25 persen per tahun. Berdasarkan laporan dari Bloomberg Technoz, ekspansi cepat ini didorong oleh pengalihan arus investasi dari negara-negara tetangga ke Indonesia.

Head of Talent Development & Industry Certification Asosiasi Penyelenggara Data Center Indonesia (IDPRO) Erick Hadi menjelaskan bahwa Singapura telah menyetop pembangunan pusat data sejak 2019 yang memicu kelebihan permintaan kapasitas di regional. Investasi tersebut sempat mengalir masif ke Johor, Malaysia, namun kini kawasan tersebut mulai terkendala masalah pasokan listrik dan air bersih.

"Kalau kita bicara di Indonesia, pertumbuhannya justru lebih cepat karena mendapat akselerasi dari negara tetangga, terutama Singapura," ujar Erick Hadi, Head of Talent Development & Industry Certification IDPRO.

Meskipun Singapura sedang membuka lahan baru di Jurong Island dengan kapasitas tambahan sekitar 700 megawatt, mayoritas daya tersebut sudah dipesan oleh raksasa teknologi global.

"Artinya kebutuhan data center masih jauh lebih besar dibandingkan kapasitas yang tersedia," kata Erick Hadi, Head of Talent Development & Industry Certification IDPRO.

Kondisi ini diperparah oleh ekspansi perusahaan hyperscaler penyedia layanan cloud global yang terus membangun infrastruktur komputasi untuk melayani pasar regional. Di sisi lain, Indonesia dinilai memiliki daya saing kuat karena didukung pasar domestik yang luas serta ketersediaan pasokan listrik dan air yang memadai.

EVP ASEAN Region Rittal International Ajay Batra menambahkan bahwa faktor-faktor tersebut menarik minat investor global, meski perkembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan di Indonesia ke depan akan sangat bergantung pada kepastian regulasi, kebijakan kedaulatan data, serta nilai investasi yang masuk.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author