Perusahaan di Indonesia Terapkan Rekrutmen Berbasis Keterampilan
Sebanyak 97 persen perusahaan di Indonesia dilaporkan telah menerapkan metode rekrutmen berbasis keterampilan (skills-based hiring) untuk posisi tingkat pemula (entry level) pada tahun 2026.
Data tersebut dipublikasikan dalam laporan Coursera Micro-Credentials Impact Report 2026 yang dilansir dari Bloombergtechnoz pada Selasa (7/7/2026). Survei dilakukan bersama Rep Data terhadap sekitar 300 mahasiswa dan lulusan, 100 pemberi kerja, serta 100 pemimpin pendidikan tinggi di Indonesia.
"97% sebagian besar perusahaan menggunakan perekrutan berbasis keterampilan secara ekstensif untuk peran tingkat pemula," tulis survei tersebut, Selasa (7/7/2026).
Laporan ini juga memaparkan bahwa mayoritas pemberi kerja melihat performa yang lebih unggul dari karyawan baru yang memiliki sertifikasi kompetensi tertentu. Sebanyak 96 persen pemberi kerja menilai pekerja pemula dengan mikro-kredensial menunjukkan kinerja tahun pertama yang lebih baik.
"87% mahasiswa mengatakan mikro-kredensial berbasis proyek atau industri memberikan kesesuaian pekerjaan yang lebih kuat dibandingkan kredensial yang berbasis materi."
Pemberi kerja memproyeksikan adanya pergeseran kebutuhan kompetensi yang signifikan di masa depan. Sebanyak 76 persen perusahaan memperkirakan sekitar 30 persen keterampilan kerja saat ini akan mengalami perubahan pada tahun 2030 mendatang.
"Pihak pemberi kerja memperkirakan terjadinya perubahan keterampilan yang cepat, sehingga meningkatkan tekanan pada lembaga pendidikan untuk membuat pembelajaran lebih responsif terhadap pasar tenaga kerja," jelas laporan tersebut.
Dinamika kebutuhan pasar kerja ini memicu tantangan baru bagi institusi akademis. Sebanyak 67 persen pemimpin perguruan tinggi menganggap institusi yang belum mengintegrasikan mikro-kredensial sedang menghadapi risiko strategis yang besar.