IHSG Berfluktuasi Cepat 7 Juli 2026 Dibuka Menguat Lalu Melemah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pergerakan yang berfluktuasi cepat pada awal perdagangan pagi ini. Dilansir dari Bloombergtechnoz, indeks sempat menguat dan melemah tidak lama setelah pasar dibuka.
Pada pembukaan perdagangan Selasa (7/7/2026), IHSG sebenarnya bergerak positif dengan menguat 0,31% ke posisi 5.933. Namun, pada pukul 09:20 WIB, indeks berbalik melemah 0,41% ke level 5.892.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan volume perdagangan mencapai 3,08 miliar saham dalam 20 menit pertama. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp1,42 triliun dengan frekuensi sebanyak 250.291 kali.
Kondisi pasar menunjukkan dinamika yang cukup berimbang dengan 293 saham bergerak melemah dan 224 saham menguat. Sementara itu, terdapat 197 saham yang posisinya tidak bergerak.
Gerak fluktuatif ini terjadi di tengah bursa Asia yang bervariasi. Indeks PSEi, Straits Times, TW Weighted Index, Hang Seng, dan Topix menguat, sedangkan KOSPI, KOSDAQ, NIKKEI 225, Shenzhen Comp., Shanghai Composite, CSI 300, KLCI, dan Ho Chi Minh Stock Index dibuka di zona merah.
BRI Danareksa Sekuritas menilai investor hari ini fokus pada rilis cadangan devisa Indonesia yang diperkirakan naik ke kisaran US$145 miliar. Pasar juga menanti risalah rapat FOMC bank sentral AS untuk melihat arah suku bunga acuan.
"Kedua sentimen tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah dan arus dana asing," sebut BRIDS.
Secara teknikal, BRIDS melihat IHSG berpeluang melanjutkan technical rebound jika bertahan di atas support 5.735 dengan target resistance 6.000. Saham pilihan mereka meliputi BUVA, INDY, dan AKRA.
Sentimen lain datang dari MSCI Inc yang membekukan saham Indonesia dalam kajian indeks edisi Agustus. Kebijakan ini mencakup pembekuan penilaian Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares (NOS) serta penundaan kenaikan klasifikasi antar indeks.
Merespons hal itu, Phintraco Sekuritas menyebut volume dan nilai transaksi cenderung menurun karena pasar didominasi investor domestik yang bersikap wait and see.
“Histogram positif MACD melebar dan Stochastic RSI menguat di area pivot. Sehingga secara teknikal IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan dan menguji level 6.000,” tulis analisis Phintraco.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham BBRI, RAJA, BRIS, RATU, dan BUVA untuk perdagangan hari ini.
Proyeksi Pergerakan Indeks
CGS International Sekuritas Indonesia melihat penguatan Wall Street dan kenaikan harga komoditas menjadi katalis positif. Namun, aksi jual investor asing dan pelemahan rupiah membayangi sebagai sentimen negatif.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.845–5.775 dan resist 5.990–6.060,” terang CGS International Sekuritas.
Saham pilihan dari CGS International Sekuritas hari ini meliputi AKRA, BBRI, BRIS, BBCA, BBNI, dan BMRI.
Di sisi lain, Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi melemah akibat peningkatan tensi geopolitik, tren pelemahan rupiah, dan berlanjutnya capital outflow. Saham pilihan Panin Sekuritas untuk hari ini adalah KPIG, BUMI, dan HMSP.