Harga Emas Antam Turun Rp 15.000 Menjadi Rp 2.655.000 Pada 7 Juli 2026

Share

Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mengalami penurunan pada perdagangan hari ini.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, harga emas Antam pada Selasa (7/7/2026) berada di level Rp 2.655.000 per gram, mengalami pelemahan sebesar Rp 15.000 dari posisi hari sebelumnya.

Kondisi serupa terjadi pada harga pembelian kembali (buyback) oleh Antam yang kini ditetapkan sebesar Rp 2.414.000 per gram, menyusut Rp 15.000 dibandingkan kemarin.

Pelemahan harga emas Antam ini dipicu oleh pergerakan emas dunia di pasar spot yang ditutup pada posisi US$ 4.157,3 per troy ons dengan koreksi sebesar 0,31%.

Penurunan tersebut terjadi setelah komoditas ini mencatatkan reli kenaikan lebih dari 4% selama tiga hari berturut-turut pada pekan lalu.

Pelaku pasar dinilai mulai melakukan aksi ambil untung karena keuntungan yang diperoleh dari penjualan emas sebelumnya dianggap sudah cukup tinggi.

Selain aksi profit taking, ketidakpastian arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve, turut menekan pergerakan harga emas.

The Fed dihadapkan pada pilihan sulit antara menaikkan suku bunga acuan untuk meredam lonjakan inflasi atau menjaga pasar tenaga kerja yang sedang lesu.

“Investor belum bisa memastikan ke mana arah kebijakan moneter dalam waktu dekat. Namun risiko kenaikan suku bunga sepertinya masih menghantui pasar,” kata Ole Hansen, Head of Commodity Strategy di Saxo Bank A/S, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4% pada rapat The Fed 29 Juli kini berada di angka 25,7%.

Emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga kenaikan suku bunga acuan cenderung membatasi daya tarik komoditas ini di mata investor.

“Selama pasar masih melihat ada kemungkinan suku bunga acuan naik, maka potensi kenaikan harga emas menjadi terbatas. Rasanya pasar masih akan berkonsolidasi,” tambah Hansen.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author