Singapura Berencana Bangun PLTS Skala Besar di Morowali
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyambut positif rencana Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Morowali, Sulawesi Tengah, pada Senin (6/7/2026), guna mengatasi defisit pasokan listrik industri.
Proyek infrastruktur energi bersih di pusat industri tersebut dinilai menjadi solusi strategis bagi pemenuhan kebutuhan energi lokal, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiyani Dewi memaparkan bahwa pasokan listrik di Pulau Sulawesi saat ini masih belum merata antara wilayah utara dan selatan.
"Bagus lah. Sulawesi itu kan kekurangan listrik," ujar Eniya Listiyani Dewi, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM.
Pemerintah kini tengah berfokus membangun jalur transmisi untuk mengalirkan surplus listrik dari wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo menuju ke wilayah selatan yang menjadi pusat industri. Hingga saat ini, formula regulasi teknis mengenai skema pencatatan bauran energi baru terbarukan (EBT) hasil produksi tersebut masih dikaji lebih lanjut agar memberikan keuntungan optimal bagi ketahanan energi nasional.
"Transmisi ke bawah ini kan Morowali dan seterusnya banyak sekali industri di situ, kurang memang kan listriknya," tambah Eniya Listiyani Dewi, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM.
Berdasarkan data Kementerian ESDM dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025—2034, bauran EBT di Sulawesi saat ini sudah berada di atas 38 persen yang didominasi potensi hidro, angin, dan surya. Di sisi lain, komitmen investasi ini disepakati oleh Singapura karena melihat besarnya potensi energi hijau yang dimiliki Indonesia.
"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam energi terbarukan dan Singapura ingin bermitra dengan Indonesia dalam membuka potensi ini. Itulah sebabnya kita secara bersama-sama membangun salah satu proyek tenaga surya terbesar di Indonesia di Morowali, Sulawesi Tengah," ungkap Lawrence Wong, Perdana Menteri Singapura.
Proyek pembangkit energi bersih skala besar ini diproyeksikan tidak hanya menyokong kebutuhan domestik, melainkan juga menjadi motor penggerak hilirisasi industri setempat.
"Ini akan membuka pasokan listrik bersih untuk menggerakkan industri di sana," jelas Lawrence Wong, Perdana Menteri Singapura.
Komitmen kerja sama bilateral ini diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara badan pengelola investasi Indonesia, Danantara, dengan sejumlah korporasi energi raksasa asal Singapura seperti Keppel Electric, Sembcorp Industries, dan Singapore Energy Interconnections.
"Hari ini, kita juga telah menandatangani MoU antara Danantara dan Keppel Electric, Sembcorp Industries, serta Singapore Energy Interconnections. Hal ini akan memberikan peta jalan yang jelas bagi negosiasi dan diskusi di antara para pihak, merintis jalan bagi proyek listrik lintas batas kita," papar Lawrence Wong, Perdana Menteri Singapura.