Belgia Unggul Cepat atas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026

Share

Tim nasional Belgia memimpin cepat atas Amerika Serikat melalui gol Charles De Ketelaere dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Lumen Field, Seattle, pada Selasa (7/7/2026). Pertandingan krusial ini diwarnai sorotan tajam setelah penyerang tuan rumah, Folarin Balogun, tetap diturunkan sebagai starter.

Dilansir dari The New York Times, skuad Belgia langsung tampil menekan sejak peluit pertama dibunyikan hingga De Ketelaere berhasil menceploskan bola dari jarak dekat. Tim asuhan Mauricio Pochettino tercatat kesulitan mengembangkan permainan dan sempat tertinggal dalam penguasaan bola hingga 65 persen di awal laga.

Meski unggul, Belgia harus kehilangan gelandang Amadou Onana yang mengalami cedera lutut pada menit ke-17. Posisinya kemudian digantikan oleh Hans Vanaken, sementara Amerika Serikat mencoba memanfaatkan momentum tersebut untuk mengejar ketertinggalan.

Di luar lapangan, kehadiran Balogun sejak menit pertama memicu perdebatan panas setelah FIFA membekukan sanksi kartu merah sang pemain berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA. Langkah tersebut diduga kuat dipengaruhi oleh intervensi komunikasi antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pihak federasi internasional.

Menanggapi polemik yang berkembang, Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan klarifikasi mengenai keabsahan status bermain sang striker. Dilansir dari detikSport, Infantino menegaskan bahwa keputusan tersebut murni lahir dari otoritas hukum internal yang mandiri.

"Badan-badan peradilan FIFA berstatus independen. Mereka beroperasi secara otonom, menerapkan Kode Disiplin FIFA, dan memutuskan kasus berdasarkan peraturan yang berlaku serta fakta-fakta khusus yang ada di hadapan mereka. Independensi mereka sangat penting bagi kredibilitas dan integritas sepakbola, dan hal ini harus selalu dihormati," kata Gianni Infantino, Presiden FIFA.

Infantino membenarkan adanya pembicaraan telepon dengan Presiden Donald Trump yang menaruh perhatian pada sanksi kartu merah Balogun saat melawan Bosnia-Herzegovina.

"Memang betul, saya rutin berdiskusi mengenai hal-hal terkait Piala Dunia FIFA dengan Presiden Amerika Serikat, dan dalam masalah ini, saya memang menerima telepon dari Presiden Donald Trump, sama seperti saya menerima telepon dari para kepala negara, pejabat pemerintah, pemangku kepentingan sepakbola, dan eksekutif bisnis dari seluruh dunia mengenai berbagai isu yang berbeda. Dalam percakapan kami, saya menjelaskan bahwa sedang ada proses hukum yang berjalan yang melibatkan badan peradilan independen FIFA, dan bahwa kasus tersebut akan diputuskan pada waktunya oleh badan-badan yang berwenang. Begitulah cara kerja sistem FIFA, dan itu adalah prinsip yang akan selalu saya pertahankan," ujar Gianni Infantino, Presiden FIFA.

Ia juga mengaku telah menelaah berkas keputusan pembekuan sanksi penyerang berumur 25 tahun tersebut setelah resmi dikeluarkan oleh Komite Disiplin.

"Saya membaca keputusan Komite Disiplin FIFA ketika keputusan tersebut dikeluarkan. Terkadang saya terkejut oleh keputusan-keputusan itu. Terkadang saya setuju, dan terkadang saya tidak setuju," ucap Gianni Infantino, Presiden FIFA.

Lebih lanjut, ia mengimbau semua pihak untuk tetap menghormati segala regulasi tertulis dan independensi lembaga peradilan di bawah naungan FIFA.

"Namun, apa yang selalu saya lakukan adalah menghormati keputusan-keputusan tersebut dan otonomi dari badan yang membuatnya. Apakah kita secara pribadi menyukai suatu keputusan atau tidak, itu tidak relevan. Penghormatan terhadap lembaga-lembaga independen dan supremasi hukum adalah hal yang melindungi integritas kompetisi kita dan kredibilitas FIFA setiap saat," tutur Gianni Infantino, Presiden FIFA.

Sebelumnya, protes resmi yang dilayangkan oleh Federasi Sepak Bola Belgia terkait pembatalan hukuman Balogun telah ditolak secara resmi oleh FIFA. Pemenang dari laga sengit di Seattle ini dipastikan akan menantang Spanyol yang sudah lebih dulu mengamankan tiket di babak perempat final.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author