Proses Pembuatan Kopi Luwak Asal Indonesia yang Mendunia

Share

Kopi luwak telah lama dikenal sebagai komoditas premium asal Indonesia yang popularitasnya menembus pasar global. Keistimewaan minuman ini terletak pada proses pembuatannya yang tidak biasa, sehingga bernilai jual sangat tinggi. Dikutip dari Food NDTV (3/7), sejarah kopi luwak bermula di Indonesia pada masa kolonial Belanda.

Kala itu, para pekerja perkebunan dilarang memetik buah kopi secara langsung untuk konsumsi pribadi. Para pekerja kemudian menyiasatinya dengan mengumpulkan biji kopi yang tersisa dari kotoran luwak. Biji-biji tersebut dibersihkan dan diolah menjadi minuman.

Saat ini, kopi luwak diproduksi di beberapa wilayah seperti Sumatra, Jawa, Bali, dan Sulawesi. Meskipun beberapa negara lain mulai memproduksinya, Indonesia tetap diakui sebagai negara asal komoditas ini.

Proses pembuatan kopi luwak diawali ketika hewan luwak memilih dan memakan buah kopi yang sudah matang sempurna. Luwak hanya mencerna daging buahnya, sedangkan bijinya tetap utuh dalam saluran pencernaan. Biji kopi yang keluar bersama kotoran luwak kemudian dikumpulkan oleh peternak atau petani. Setelah itu, biji kopi melalui tahap pencucian, penjemuran, hingga penyangraian.

Metode alami tersebut membedakan kopi luwak dari varietas kopi biasa pada umumnya. Paparan enzim alami di dalam saluran pencernaan luwak dipercaya mengubah komposisi kimia biji kopi. Banyak pencinta kopi menilai karakteristik rasanya menjadi lebih lembut dan tidak terlalu pahit. Aroma yang dihasilkan juga memiliki sentuhan rasa tanah (earthy), cokelat, serta karamel.

Kendati demikian, sejumlah pegiat kopi berpendapat bahwa cita rasa akhir tetap dipengaruhi oleh kualitas dasar biji kopi tersebut. Faktor kelangkaan juga menjadi daya tarik utama yang mendongkrak popularitasnya.

Produksi Terbatas Memicu Harga Tinggi

Volume produksi kopi luwak tergolong sangat terbatas karena proses pengumpulan bijinya memerlukan waktu dan tenaga ekstra. Seluruh tahapan dari pembersihan hingga penyangraian yang ketat turut meningkatkan biaya produksi.

Kondisi ini membuat kopi luwak asli dibanderol dengan harga ratusan hingga lebih dari seribu dolar AS per kilogram. Harga per cangkir di kafe-kafe pun berada jauh di atas rata-rata kopi spesialti lainnya. Wilayah Bali dan Sumatra kini menjadi destinasi favorit bagi para pencinta kopi untuk menikmati komoditas ini.

Banyak perkebunan di sana menyediakan fasilitas tur edukasi sekaligus sesi mencicipi kopi. Melalui tur tersebut, wisatawan dapat mengamati langsung rantai pengolahan kopi dari awal. Keunikan cara pembuatan, nilai sejarah, serta tingkat kelangkaannya menjaga posisi kopi luwak sebagai salah satu kopi paling terkenal di dunia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author