Korban Tewas Gempa Kembar Venezuela Melonjak Jadi 3.535 Jiwa

Share

Jumlah korban tewas akibat bencana gempa kembar di Venezuela dilaporkan telah melonjak hingga mencapai 3.535 jiwa. Angka resmi terbaru ini memperlihatkan skala dampak kerugian jiwa yang masif di negara tersebut.

Seperti dilansir dari Detikcom, data pemerintah setempat juga menunjukkan bahwa lebih dari 16.700 orang mengalami luka-luka. Guncangan dahsyat yang terjadi berturut-turut ini memicu situasi darurat yang meluas.

Bencana yang terjadi pada 24 Juni tersebut meluluhlantakkan seluruh kawasan permukiman di negara bagian La Guaira. Wilayah terdampak ini terletak di sebelah utara ibu kota Caracas, di mana ribuan warga masih dinyatakan hilang.

Pemerintah merilis data konkret mengenai situasi di lapangan pascabencana. Tercatat ada 16.740 warga terluka dan lebih dari 17.000 orang kehilangan tempat tinggal akibat runtuhnya bangunan.

Otoritas setempat belum mengeluarkan angka pasti terkait jumlah korban yang tertimbun puing. Namun, PBB memproyeksikan bahwa sekitar 50.000 orang kemungkinan besar masih belum ditemukan hingga kini.

Kondisi para penyintas saat ini sangat memprihatinkan dengan keterbatasan tempat tinggal. Banyak di antara mereka terpaksa menempati kamp sementara di area taman umum, tempat parkir, serta pinggir jalan.

Fokus Penanganan Korban

Prioritas penanganan di lokasi bencana kini mulai mengalami pergeseran. Proses evakuasi penyelamatan korban selamat mulai dikurangi, berganti ke pembersihan puing dan penguburan jenazah.

Perubahan fokus ini membuat sejumlah tim penyelamat internasional mulai meninggalkan Venezuela. Di sisi lain, para keluarga korban masih terus berupaya mencari keberadaan anggota keluarga mereka.

Pihak berwenang mengambil langkah dengan memulai proses pemakaman massal bagi puluhan korban tanpa identitas. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi masalah sanitasi di wilayah terdampak gempa.

Proses pemakaman tersebut berpusat di TPU La Esperanza yang berada di wilayah La Guaira. Barisan kuburan baru ditandai dengan salib putih sederhana berhias karangan bunga kecil, yang semuanya mencantumkan tanggal kematian sama, yakni 24 Juni 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author