Aktivitas Sektor Jasa Amerika Serikat Tetap Tumbuh Juni 2026

Share

Aktivitas bisnis sektor jasa di Amerika Serikat tetap melanjutkan tren ekspansi pada Juni 2026 walaupun ritme pertumbuhannya sedikit melambat dibandingkan periode sebelumnya, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Laporan Institute for Supply Management (ISM) pada Senin (6/7/2026) menunjukkan indeks sektor jasa turun tipis 0,5 poin ke level 54, namun tetap mengonfirmasi pertumbuhan solid karena berada di atas ambang batas 50.

Meskipun pesanan baru melambat, indeks ketenagakerjaan ISM melonjak ke level tertinggi sejak 2024 yang menandai penambahan karyawan pertama sejak Februari, sementara indeks harga produsen turun ke level terendah empat bulan di posisi 67,7.

Pelonggaran harga minyak mentah dan bensin dipicu oleh kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran, sehingga memberi ruang bagi perusahaan untuk menambah tenaga kerja di tengah daya beli konsumen yang tangguh.

Sebanyak 14 sektor industri mencatatkan pertumbuhan yang dipimpin oleh bidang seni, hiburan, transportasi, pergudangan, serta akomodasi, sedangkan empat sektor termasuk pertanian dan jasa pendidikan mengalami kontraksi.

Indikator persediaan barang turun tajam pada Juni yang mengindikasikan berkurangnya penimbunan barang untuk mengantisipasi gangguan rantai pasok, sementara kelangkaan material berfokus pada bahan pembangunan pusat data.

Penyelenggaraan Piala Dunia disinyalir menjadi salah satu pendorong utama lonjakan rekrutmen ini, meskipun data resmi non-farm payrolls pemerintah menunjukkan perlambatan pertumbuhan setelah kenaikan kuat tiga bulan berturut-turut.

"Kami masih menghadapi kenaikan harga akibat konflik di Teluk Persia melalui meningkatnya biaya bahan baku diesel dan kenaikan harga bahan baku kemasan berbasis resin. Dampak terbesar baru akan terasa pada kuartal ketiga 2026, tetapi kami sudah mulai merasakannya sekarang. Para pemasok secara agresif berupaya meneruskan kenaikan harga kepada pelanggan." kata perwakilan sektor Akomodasi & Jasa Makanan.

Kekhawatiran mengenai rantai pasok juga muncul dari industri keuangan akibat ketersediaan komponen memori yang mempengaruhi keputusan pembelian barang operasional.

"Selain persoalan yang sudah diketahui terkait manufaktur semikonduktor, kini muncul kekhawatiran mengenai ketersediaan memori yang secara signifikan memengaruhi pola pembelian produsen peralatan asli (OEM). Hal itu berdampak pada ketersediaan barang dan memengaruhi keputusan pembelian perusahaan kami, termasuk berapa lama kami mempertahankan aset yang ada, seberapa sering kami melakukan pembaruan, dan bagaimana kami menyusun kontrak pemeliharaan." tutur perwakilan sektor Keuangan & Asuransi.

Di sisi lain, sektor layanan kesehatan melaporkan volume aktivitas bisnis yang stabil dan pendapatan yang kuat terlepas dari adanya tantangan inflasi.

"Meski menghadapi tantangan ekonomi seperti inflasi yang masih tinggi, jumlah pasien dan aktivitas bisnis secara keseluruhan tetap kuat, terutama tercermin dari kinerja pendapatan yang sangat baik… Kondisi tenaga kerja stabil karena kami terus merekrut pegawai tetap dan prospek ke depan masih positif. Seiring berlanjutnya konflik di Timur Tengah, kami mulai mendengar adanya potensi kenaikan harga barang, meski dampaknya belum terlihat. Kenaikan biaya akan menjadi perhatian utama pada kuartal berikutnya." ujar perwakilan sektor Layanan Kesehatan & Bantuan Sosial.

Permintaan proyek infrastruktur dan lingkungan juga dipastikan tetap kokoh, walaupun proses pengadaan masih terhambat oleh regulasi dan biaya tenaga kerja.

"Permintaan tetap kuat untuk proyek infrastruktur, lingkungan, dan ketahanan. Namun, proses pengadaan masih menghadapi tekanan akibat inflasi biaya tenaga kerja, keterbatasan kapasitas pemasok, serta kompleksitas regulasi, khususnya di California dan wilayah lain dengan biaya tinggi." jelas perwakilan sektor Jasa Profesional, Ilmiah & Teknis.

Kondisi yang lebih stabil dilaporkan oleh industri perdagangan ritel di mana operasional berjalan lancar bahkan pada periode sepi.

"Bisnis berjalan sangat baik pada periode yang biasanya kurang ramai. Harga stabil, tingkat tenaga kerja sesuai harapan, dan rantai pasok berjalan lancar tanpa kendala." ungkap perwakilan sektor Perdagangan Ritel.

Terkait kondisi kelangkaan material bangunan, komoditas yang terbatas pada bulan Juni dilaporkan berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur teknologi terkini.

"Seluruh komoditas yang mengalami kelangkaan pada Juni merupakan bahan yang dibutuhkan untuk pembangunan pusat data (data center)," ujar Steve Miller, Ketua Komite Survei Bisnis Jasa ISM.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author