Krisjiana Baharudin Konsultasi ke Psikiater Akibat Trauma Masa Kecil
Aktor Krisjiana Baharudin mendatangi dokter serta psikiater setelah mengalami gangguan kesehatan mental dan stres akibat ketakutan dalam mengasuh dua anak perempuannya. Ketakutan mengenai masa depan anak serta kemampuan memberikan nafkah tersebut terus membayangi sang aktor selama setahun terakhir, seperti dilansir dari Detik Hot pada Senin (6/7/2026).
Kondisi mental suami Siti Badriah ini terganggu hingga membuatnya merasakan situasi tidak tenang di kepala bahkan saat sedang tidur. Krisjiana menyatakan bahwa kondisi pekerjaannya sebagai kepala rumah tangga saat ini sebenarnya berada dalam posisi sangat stabil dan tidak ada kejadian buruk yang memicu keterpurukannya.
Pria yang baru menginjak usia 32 tahun tersebut menduga ketakutan berlebih ini berakar dari trauma masa lalu karena tidak dekat dengan orang tuanya semasa kecil. Pikiran buruk mengenai nasib istri dan anak-anaknya apabila dirinya meninggal dunia akhirnya mendorong Krisjiana untuk mencari bantuan profesional.
"Aku takut anak aku pacaran aja sih nanti. Itu masih jauh, cuma aku kepikirannya sampai saat ini. Aku takut kalau misalnya aku masih bisa me-provide anak aku sampai kapan. Itu ketakutan aku sampai saat ini, sebagai seorang ayah," ungkap Krisjiana Baharudin saat mengisi Rumpi: No Secret, Senin (6/7/2026).
Krisjiana mengonfirmasi bahwa rasa cemas tersebut kerap datang secara tiba-tiba ketika dia sedang menghabiskan waktu bersama buah hatinya.
"Lagi diam, kalau misalnya lagi main sama anak. Itu pasti kepikiran tuh kayak sampai kapan ya bisa me-provide ini ke anak. Aku sampai ke dokter karena udah kena mental. Sampai segitunya," akunya.
Kondisi psikologis yang tertekan membuat adik Reza Gladys ini tidak merasakan kehadiran sosok ayah dan ibu secara mendalam di masa mudanya.
"Jauh dari sosok… nggak dekat sama orang tua, nggak pernah merasakan… maksudnya lamalah, sebentar untuk merasakan sosok seorang ibu. Terus merasakan sosok seorang ayah juga nggak begitu ngerasain. Jadi kayak… nggak ngerasain aja," ucap Krisjiana Baharudin.
Dampak dari stres berlarut tersebut mulai memengaruhi fungsi kognitif Krisjiana dalam berkomunikasi sehari-hari.
"(Because sudah) banyak (mengganggu). Aku sampai… short loss memories. Jadi banyak memori yang hilang di otak aku, banyak banget.
Kata-kata juga kalau misalnya lagi ngobrol, tiba-tiba hilang kata-katanya. Itu mengganggu banget," tuturnya.
Bintang film Air Mata di Ujung Sajadah 2 itu menjelaskan bahwa kecemasan utamanya bersumber dari masa lalunya sendiri.
"Mungkin karena trauma yang aku rasakan dulu saat zaman kecil karena ya itulah. Karena aku takut anak aku nggak punya bapak nantinya kalau misalnya aku terusin kayak gini," ungkapnya.
Guna memutus rantai trauma tersebut, Krisjiana kini fokus mencurahkan perhatian penuh agar anak-anaknya tidak merasakan kekurangan figur orang tua.
"Memberikan apa yang aku tidak dapatkan untuk anak aku: kasih sayang dan waktu," kata Krisjiana Baharudin.