PSG dan Arsenal Bersiap Hadapi Final Liga Champions 2026
Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal bersiap melakoni partai puncak Liga Champions musim 2025/2026 di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Pertandingan ini menjadi momentum krusial bagi kedua tim setelah Arsenal berhasil menyabet gelar Liga Inggris, sementara PSG datang dengan status juara bertahan sekaligus jawara Ligue 1 Prancis.
Kekuatan lini serang Les Parisiens dipastikan bertambah menyusul pulihnya penyerang sayap Ousmane Dembele yang sempat dihantam cedera saat melakoni laga derbi kontra Paris FC.
"Ya, saya mengalami sedikit masalah ketika menghadapi Paris FC, namun kondisi saya saat ini baik-baik saja. Saya bakal aman untuk bermain di final Liga Champions nanti," ujar Dembele dalam wawancara bersama RMC Sport.
Pemain tim nasional Prancis tersebut menaruh optimisme tinggi untuk membantu klubnya mempertahankan trofi kuping besar, meskipun keputusan akhir untuk merumput tetap berada di tangan pelatih.
"Saya harap saya bisa berdiri di atas lapangan pada tanggal 30 Mei nanti, namun itu hanya bisa terjadi jika pelatih memilih saya untuk bermain," pungkas Dembele.
Penyerang sayap yang mencetak 19 gol dan 11 asis musim ini tersebut juga mengungkapkan ambisi pribadinya untuk terus memenangkan trofi bergengsi di level klub maupun internasional.
"Ketika Anda menang sekali, Anda ingin menang berkali-kali, tapi saya sudah menempatkan kepentingan tim di atas segalanya, jelas," jelas Dembele dalam program Rothen s’enflamme di RMC.
Hasrat kompetitif itu tidak berhenti pada level klub karena sang pemain juga membidik kesuksesan jangka panjang bersama negaranya demi gelar individu tertinggi.
"Hal terpenting adalah bisa memenangkan Liga Champions. Dan saya juga memiliki tujuan yang sudah lama ada di pikiran saya bersama tim Prancis: meraih Piala Dunia yang gemilang. Dan setelah itu kita lihat saja," kata Dembele.
Di sisi lain, juru taktik PSG, Luis Enrique, memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian Mikel Arteta yang dinilai telah menanamkan mentalitas juara dan membawa Arsenal menyudahi puasa gelar Liga Inggris selama 22 tahun.
"Saya pikir mereka pantas memenangkan liga – mereka telah menjalani musim yang brilian," kata Enrique seperti dilansir dari Goal.
Pertemuan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Arsenal untuk membalas kekalahan mereka pada semifinal Liga Champions musim 2024/2025 saat ditaklukkan PSG dengan agregat 1-3.
"Kami sudah pernah bermain melawan tim Arsenal ini, jadi kami tahu kemampuan mereka. Tanpa bola, mereka adalah tim terbaik di dunia, dan dengan bola mereka bisa mencetak banyak gol. Itu adalah kombinasi yang luar biasa bagi mereka," imbuh Enrique.
Pelatih asal Spanyol tersebut memprediksi laga pamungkas di stadion berkapasitas 67 ribu penonton itu akan menyajikan tontonan dengan standar kualitas paling tinggi.
"Masuk akal jika kami menghadapi mereka di final," tambah Enrique.
Enrique juga menegaskan bahwa fokus utama skuadnya saat ini adalah mematangkan persiapan internal daripada terlalu banyak menganalisis strategi lawan.
"Kita bisa menantikan final yang benar-benar hebat. Jika Anda melihat statistik Arsenal, Anda dapat melihat bahwa Mikel Arteta adalah seorang pemimpin sebagai manajer, yang telah menanamkan mentalitas juara dalam tim," tutur Enrique.
Perkembangan signifikan The Gunners dalam beberapa musim terakhir dinilai Enrique menjadi daya tarik utama yang membuat pertandingan penutup musim ke-71 kompetisi elite Eropa ini sangat dinantikan.
"Mereka telah berkembang selama beberapa musim terakhir; mereka menyukai penguasaan bola, tetapi mereka adalah tim terbaik di Eropa tanpa penguasaan bola," imbuh Enrique.
Kendati menyadari standarnya yang sangat tinggi, Enrique tetap memilih bersikap tenang menghadapi determinasi tinggi yang diusung oleh anak asuh Mikel Arteta.
"Mereka memenangkan Liga Primer dan mereka berada di final Liga Champions tahun ini setelah mencapai semifinal musim lalu," kata Enrique.
Kualitas kepemimpinan Arteta dipandang menjadi motor utama di balik ketangguhan skuad Meriam London sepanjang musim ini.
"Mereka pantas berada di sana, dan Arteta menanamkan semangat kompetitif pada para pemainnya. Hal terpenting bagi kami adalah lebih fokus pada diri sendiri dan kurang fokus pada lawan," jelas Enrique.
Melalui persiapan matang dari kedua belah pihak, pertandingan final di Budapest mendatang akan menjadi pembuktian taktik terakhir antara dominasi PSG dan kebangkitan Arsenal di Eropa.
"Itulah yang akan terus kami lakukan. Kita berbicara tentang kompetisi klub terbaik di Eropa, jadi ya, ada unsur adaptasi karena standarnya sangat tinggi," imbuhnya.