PLN Aliri Listrik 10068 Lokasi Baru hingga Tahun 2029
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN membidik target besar untuk melistriki 10.068 lokasi baru di seluruh Indonesia melalui proyek Listrik Desa sepanjang periode 2025—2029, Senin (6/7/2026).
Pemerataan akses energi ini dijalankan berdasarkan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto demi meningkatkan stabilitas tegangan dan keandalan pasokan listrik, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.
Metodeasan perluasan jaringan listrik atau grid extension menjadi fokus utama PLN untuk menghubungkan wilayah terpencil ke jaringan transmisi nasional.
VP Perencanaan Listrik Desa Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara (Sulmapana) PLN Juli Sasmiharto menjelaskan bahwa peta jalan pengerjaan infrastruktur ini mengacu pada instruksi kepala negara.
“Di roadmap ada 10.068 lokasi yang menjadi target sampai 2029 yang harus kita aliri listrik. Ini berdasarkan permintaan Presiden [Prabowo] tahun lalu. Sebelumnya, di Papua itu ada 128 lokasi yang bisa kita selesaikan,” ungkap Juli Sasmiharto.
Bagi kawasan yang terisolasi, PLN bakal mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan (EBT) yang tersedia di wilayah setempat.
“Nah, kemudian metodenya, bahwa kita memang prioritas adalah yang menggunakan pembangunan grid extension atau pembangunan jaringan,” kata Juli Sasmiharto.
Pemanfaatan komoditas lokal tersebut mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi, surya, hingga mikrohidro.
“Kemudian untuk daerah-daerah isolatif, kita kembangkan dengan memanfaatkan energi setempat, ya. Baik itu mikrohidro, PLTS, maupun PLTP,” ungkap Juli Sasmiharto.
Kementerian ESDM turut mendukung langkah ini dengan memperbarui data pemetaan titik-titik wilayah di Indonesia yang belum terjangkau listrik.
“Untuk gambaran sebaran lokasi belum berlistrik PLN 2025, sebenarnya di wilayah Indonesia ini kita sudah memetakan sejak 2025 desa-desa, lokasi-lokasi, atau titik-titik yang belum berlistrik,” ujar Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ahmad Amiruddin.
Berdasarkan data pemetaan pemerintah, wilayah Indonesia bagian timur mendominasi jumlah area yang belum teraliri arus listrik.
“Jadi pemerintah berdasarkan 10.068 lokasi itu memetakan lokasi-lokasinya dan Presiden berkomitmen untuk menganggarkan. Sejak 2025, termasuk tahun ini, anggaran telah diberikan untuk melistriki lokasi-lokasi di seluruh Indonesia, khususnya yang berada di perdesaan,” tutur Ahmad Amiruddin.
Pemerintah menyiapkan empat strategi utama yang meliputi perluasan jaringan, pembangunan mini grid, pengadaan PLTS individual, serta bantuan pasang baru listrik gratis.
“Pemerintah memberikan bantuan dalam bentuk instalasi listrik untuk rumahnya. Kemudian pemeriksaan atau pengujian untuk Sertifikat Laik Operasi [SLO]. Selanjutnya juga diberikan biaya penyambungan ke PLN serta token listrik perdana sebesar Rp100.000. Program ini telah berlangsung selama beberapa tahun hingga saat ini,” terang Ahmad Amiruddin.
Secara keseluruhan, wilayah Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara mencakup 5.555 lokasi, diikuti Jawa sebanyak 1.630 lokasi, Kalimantan 1.099 lokasi, Sumatra 985 lokasi, dan Sulawesi 799 lokasi.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10,3 triliun khusus pada tahun 2026 untuk menyukseskan program Listrik Desa ini.