Presiden Nintendo Ungkap Strategi Atasi Kelangkaan Kartu Pokemon
Tingginya kelangkaan kartu Pokemon memicu lonjakan harga yang sangat mahal di tingkat pengecer. Padahal, sebanyak 10 miliar kartu tercatat telah dicetak pada tahun lalu, namun antusiasme pasar tetap tidak terbendung.
Setiap peluncuran seri kartu Pokemon terbaru selalu habis terjual dalam waktu singkat. Pembelian massal ini justru didominasi oleh para pengecer, bukan konsumen perorangan, yang kemudian menjualnya kembali dengan harga berkali-kali lipat dari harga resmi.
Situasi kelangkaan dan harga yang melambung tinggi ini kini mulai bergeser menjadi tindakan kriminal. Kasus pencurian kartu Pokemon marak terjadi, salah satunya menimpa sebuah toko di Manhattan yang mengalami kerugian mencapai USD 100 ribu atau sekitar Rp 1,7 miliar, seperti dilansir dari Detik iNET.
Aksi kriminal tersebut berlangsung sangat cepat dalam kurun waktu tiga menit saja. Pelaku bersenjata menodongkan senjatanya ke arah karyawan dan pengunjung, lalu memecahkan kaca etalase untuk merampas sejumlah kartu Pokemon yang bernilai tinggi.
Masalah penimbunan ini mendapat perhatian serius dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) Nintendo. Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, menyatakan bahwa perusahaan menyadari adanya praktik pembelian kartu Pokemon edisi terbatas dalam jumlah besar untuk dijual kembali dengan harga tinggi.
"Sebagai tanggapan, The Pokemon Company mengambil berbagai langkah, termasuk penjualan berdasarkan pesanan dan perjanjian dengan operator pasar online. Untuk undian prioritas online untuk produk tertentu, saya memahami bahwa The Pokemon Company juga berencana untuk menggunakan metode verifikasi akun yang memanfaatkan Kartu Nomor Saya [kartu identitas resmi yang dikeluarkan pemerintah Jepang]," jelas Furukawa.
Furukawa juga menyebutkan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan The Pokemon Company guna merumuskan sistem distribusi yang tepat langsung kepada konsumen.
"Kami percaya bahwa The Pokemon Company akan terus mengambil langkah-langkah untuk menanggapi masalah ini," kata Furukawa.
Langkah pemenuhan pasar sebenarnya terus diupayakan oleh The Pokemon Company melalui peningkatan volume produksi. Hingga saat ini, total kartu yang telah diproduksi secara global mencapai 85 billion kartu. Pada tahun 2025, perusahaan bahkan mencetak 10 miliar kartu yang jumlahnya melampaui total populasi penduduk bumi, namun angka tersebut masih belum mampu meredam tingginya permintaan pasar.