Rusia Gempur Ukraina Jelang KTT NATO Menelan Belasan Korban Jiwa

Share

Rusia meluncurkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Ukraina tepat sehari sebelum para pemimpin negara-negara NATO dijadwalkan berkumpul dalam pertemuan puncak tahunan mereka. Dampak dari serangan ini kian menegaskan bahwa peluang dimulainya kembali perundingan damai antara kedua belah pihak masih sangat jauh dari kenyataan. Seperti diberitakan oleh Bloombergtechnoz, Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menyampaikan informasi terbaru mengenai situasi di wilayahnya.

Melalui sebuah unggahan di Telegram, Vitali Klitschko menyatakan bahwa sebanyak 11 orang tewas dan 46 lainnya luka-luka akibat serangan udara semalam yang menghantam ibu kota, menyebabkan kerusakan parah di empat distrik kota. Kementerian Darurat Ukraina menambahkan bahwa sejumlah gedung tempat tinggal warga juga mengalami kerusakan imbas ledakan tersebut. Serangan beruntun ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah 30 orang dilaporkan tewas dan hampir 100 lainnya terluka dalam insiden serangan rudal dan pesawat nirawak Rusia paling mematikan di Kyiv dalam kurun waktu hampir setahun terakhir.

Dampak dari rentetan serangan gabungan ini memperlihatkan betapa Ukraina saat ini tengah kesulitan untuk mengisi kembali persediaan rudal pencegat Patriot buatan AS mereka yang kian menipis. Padahal, sistem pertahanan tersebut sangat krusial bagi Kyiv untuk menangkal serangan rudal balistik Rusia.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dijadwalkan akan kembali melakukan upaya lobi pertahanan agar Washington bersedia memasok persenjataan esensial bagi negaranya. Rencana tersebut akan disampaikan langsung saat dirinya bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Ankara, Turki, di sela-sela KTT NATO yang akan dimulai pada hari Selasa esok. Di sisi lain, para pemimpin Eropa—yang sempat dituduh oleh Trump hanya memberikan dukungan terbatas dalam konfliknya melawan Iran—kini gencar menyerukan adanya upaya baru dari pihak AS dan Eropa untuk mendorong dimulainya kembali meja perundingan damai antara Rusia dan Ukraina.

Sebelumnya pada hari Sabtu, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Trump sempat membahas situasi Ukraina serta persiapan KTT NATO mendatang melalui sambungan telepon. Presiden AS tersebut dilaporkan juga melakukan pembicaraan dengan Zelenskyy, di mana kedua pemimpin mendiskusikan kondisi terkini di garis depan pertempuran serta berbagai upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang kini telah memasuki tahun kelima tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author