Donald Trump Soroti Kerumunan Pemakaman Ali Khamenei di Iran

Share

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan tanggapan terkait ramainya pelayat dalam prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Senin (6/7/2026). Trump menilai mendiang pemimpin Iran tersebut sebenarnya tidak populer di kalangan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Trump saat mengungkapkan pandangannya mengenai situasi kerumunan pelayat.

"kaget"

ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Dirinya tidak menyangka akan menyaksikan jumlah massa yang begitu besar dalam upacara berkabung tersebut.

"Saya terkejut. Saya pikir orang-orang membencinya,"

kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Trump juga meragukan ketulusan dari para pelayat yang menangis di sepanjang prosesi berlangsung.

"Mungkin itu air mata palsu,"

ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Selain membahas situasi pemakaman, Trump mengklaim pihak Iran sangat mendesak untuk melanjutkan pembicaraan bilateral.

"Mereka memohon untuk membuat kesepakatan,"

katanya. Trump menambahkan bahwa kedua negara sepakat menunda diskusi hingga pemakaman selesai, serta sempat menyinggung keberadaan seluruh pejabat Iran di satu lokasi.

"Mereka semua ada di sana. Satu tembakan [dan kita bisa menyingkirkan mereka semua], tetapi kita tidak akan melakukan itu karena kemudian kita tidak akan punya siapa pun untuk diajak bernegosiasi."

tambah Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Di sisi lain, Trump memastikan tidak ada serangan militer yang akan diluncurkan selama prosesi pemakaman berlangsung.

Kementerian Kesehatan Iran, seperti dikutip dari kantor berita Tasnim, memperkirakan sekitar 15 juta orang memadati Teheran untuk berpartisipasi, dengan rumah sakit darurat didirikan di dekat Masjid Agung Imam Khomeini tempat peti mati disemayamkan. Selama prosesi, massa yang mengenakan pakaian hitam meneriakkan slogan anti-Barat.

"Matilah Amerika"

teriak para pelayat. Massa juga mengarahkan kemarahan mereka kepada sekutu Amerika Serikat.

"Matilah Israel."

teriak para pelayat. Beberapa warga membawa kertas berisi ancaman pembunuhan terhadap Trump, sementara yang lain menuntut tindakan balasan atas kematian Khamenei akibat serangan udara AS-Israel pada Februari lalu.

"Balas dendam! Balas dendam!"

teriak para pelayat. Menanggapi tuntutan masyarakat, otoritas setempat menegaskan komitmen mereka untuk merespons kematian sang pemimpin pascaserangan udara tersebut.

"mencari keadilan"

sumpah para pejabat Iran.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author