IBL Ubah Format Semifinal dan Final Menjadi Best of Five

Share

Indonesian Basketball League (IBL) resmi mengubah format pertandingan babak semifinal dan final menjadi sistem best-of-five pada musim 2026 ini untuk mendongkrak kualitas kompetisi basket nasional. Langkah strategis ini diambil setelah pengelola liga melakukan evaluasi mendalam terhadap tren pertumbuhan penonton serta tingkat persaingan antartim dalam beberapa musim terakhir, seperti dilansir dari Bola pada Jumat (5/6/2026) malam.

Perubahan format dari yang sebelumnya menggunakan sistem best-of-three ini telah melewati fase kajian yang panjang. Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, menyatakan bahwa kebijakan penambahan jumlah pertandingan pada fase krusial ini bukan merupakan keputusan mendadak melainkan program yang sudah dirancang secara matang.

“Alhamdulillah, dengan format atau inovasi tahun ini, di mana semifinal dan final menjadi best-of-five dari sebelumnya best-of-three,” jelas Junas Miradiarsyah saat ditemui awak media di Banding Arema, Jumat (5/6/2026) malam.

Pihak manajemen liga menegaskan bahwa peningkatan performa klub di lapangan serta lonjakan kehadiran suporter di stadion menjadi parameter utama diberlakukannya regulasi baru tersebut.

“Ini bukan hanya rencana dari musim lalu, tetapi sudah kami siapkan sejak beberapa musim sebelumnya,” lanjut Junas Miradiarsyah.

Evaluasi internal IBL menunjukkan grafik positif pada aspek keterlibatan fans, di mana persaingan ketat pada fase gugur musim sebelumnya menjadi bukti kesiapan industri basket tanah air untuk menyajikan lebih banyak laga.

“Kalau kualitas pertandingan terus meningkat dan attendance penonton di kandang juga naik, itu menjadi indikator jumlah game layak ditambah,” tegas Junas.

Penerapan format baru langsung berdampak pada tingginya antusiasme publik, salah satunya terlihat dari tingkat penjualan tiket pertandingan pembuka semifinal antara Satria Muda Pertamina menghadapi Bogor Hornbills di Bandung Arena.

“Semifinal tahun lalu hampir semua sampai game ketiga. Itu menunjukkan kompetisinya sudah cukup kompetitif dan layak dicoba dengan format best of five,” kata Junas.

Melalui sistem ini, tim dengan peringkat musim reguler yang lebih tinggi diuntungkan lewat jatah pertandingan kandang yang lebih banyak, sekaligus memacu pertumbuhan bisnis tiket bagi klub-klub peserta.

“Untuk game pertama hari Jumat menurut saya sangat baik. Bahkan saya sempat mengecek ke tim Satria Muda, penjualan tiketnya sudah di atas 70 persen. Ini menunjukkan fans tidak lagi hanya menunggu pertandingan penentuan, tetapi sejak game pertama mereka sudah antusias,” imbuh Junas.

Meskipun terdapat opsi untuk langsung menggunakan format best-of-seven, pengelola IBL memilih menerapkan kebijakan ini secara bertahap demi menjaga stabilitas finansial dan operasional tim agar tidak membebani pengeluaran klub.

“Kehadiran penonton di setiap pertandingan menjadi semakin penting. Jika tren ini bisa terus dipertahankan, dampaknya akan sangat baik untuk liga, tim, dan keseluruhan ekosistem basket Indonesia,” tutur Junas.

Faktor sportivitas dan kompetitifnya laga juga menjadi sorotan utama, karena IBL hanya akan menambah jumlah gim jika persaingan di lapangan benar-benar berimbang dan sulit diprediksi oleh para penggemar.

“Secara regulator sebenarnya tidak sulit menambah jumlah pertandingan. Tinggal ditetapkan menjadi lima atau tujuh game. Tetapi kami harus punya dasar pertimbangan yang kuat,” ucap Junas.

Secara keseluruhan, minat masyarakat terhadap kompetisi kasta tertinggi ini terus melonjak dengan catatan kenaikan angka kehadiran penonton di stadion yang mencapai lebih dari 22 persen sepanjang musim reguler.

“Kalau ticketing bagus, tentu akan semakin menguntungkan karena jumlah game bertambah. Tetapi kalau belum siap, justru hanya akan menambah kerugian bagi tim, dan itu yang ingin kami hindari,” ungkap Junas.

Di samping itu, IBL kini mulai mempublikasikan peringkat klub berdasarkan aspek non-teknis, termasuk performa di media sosial, sebagai stimulus bagi klub untuk aktif membangun basis pendukung.

“Kalau di tahun-tahun sebelumnya banyak seri berakhir 2-0, menambah jumlah game tentu tidak memberikan nilai lebih. Tetapi sekarang situasinya berbeda. Kita lihat Hornbills bisa mencapai semifinal melalui game ketiga. Itu menjadi salah satu indikator bahwa kompetisinya semakin ketat,” tegasnya.

Opsi penambahan jumlah pertandingan pada babak-babak sebelumnya juga tetap terbuka di masa mendatang, selaras dengan komitmen liga untuk terus menyajikan kompetisi yang menarik bagi publik.

“Apa pun yang kami lakukan dalam kompetisi tujuannya adalah membuat persaingan makin sengit, tim-tim lebih kompetitif, dan hasil pertandingan semakin sulit ditebak. Itu yang akan membuat fans semakin menikmati kompetisi,” katanya.

Peningkatan keterlibatan penonton tidak hanya didominasi oleh tim-tim besar, melainkan juga dialami oleh beberapa klub daerah seperti Rajawali, Bandung, dan Solo yang menunjukkan pertumbuhan ekosistem yang sehat.

“Kalau regular season, alhamdulillah secara umum naik di atas 22 persen. Beberapa tim bahkan mengalami peningkatan yang sangat pesat. Rajawali meningkat, Bandung meningkat, Solo juga menunjukkan pertumbuhan yang bagus,” jelasnya.

Langkah inovatif ini diharapkan dapat memotivasi seluruh elemen klub untuk berkembang secara profesional, baik dari segi prestasi teknis di lapangan maupun manajemen industri olahraga.

“Sekarang kami juga membuka peringkat tim bukan hanya dari hasil pertandingan, tetapi juga dari media sosial dan jumlah penonton,” kata dia.

Melalui pemeringkatan baru tersebut, setiap tim diharapkan memiliki kesadaran lebih tinggi untuk merangkul komunitas penonton secara berkelanjutan.

“Dengan begitu mereka akan berlomba-lompa menjadi yang terbaik, bukan hanya memenangkan pertandingan, tetapi juga memenangkan hati para fans,” tambah Junas mengakhiri.

Pada pertandingan pertama semifinal yang berlangsung Jumat malam, tuan rumah Satria Muda dipaksa mengakui keunggulan Bogor Hornbills dengan skor akhir 93-99. Pertandingan kedua babak semifinal dengan format best-of-five ini dijadwalkan kembali berlangsung di Bandung Arena pada Minggu (7/6/2026) malam.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Basket IBL Playoff IBL
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author