NCAA Berpeluang Coret Kelayakan Atlet Basket Internasional

Share

Asosiasi Atletik Perguruan Tinggi Nasional (NCAA) berpeluang menetapkan prospek internasional papan atas tidak layak bertanding dalam kompetisi olahraga kampus AS pada Mei 2026. Langkah tersebut diprediksi membawa dampak serius bagi lanskap bola basket perguruan tinggi yang saat ini marak mendatangkan pemain global akibat perubahan aturan NIL.

Panduan terbaru mengenai pembaruan syarat kelayakan pra-pendaftaran tersebut dilaporkan oleh Kevin Sweeney dari Sports Illustrated pada awal bulan ini. Regulasi baru ini berfokus utama pada kompensasi dari tim profesional, dengan dokumen resmi NCAA yang secara spesifik menyebutkan liga-liga besar seperti NFL, NBA, MLB, WNBA, dan Premier League.

Kendati demikian, ketentuan tersebut dinilai juga dapat menyasar liga basket internasional tingkat tinggi. Penerapan aturan baru yang berlaku secara instan ini dikhawatirkan memicu kekacauan besar di dunia basket kampus serta merugikan berbagai program olahraga di seluruh Amerika Serikat.

Dampak langsung dari potensi kebijakan baru ini membayangi tim bola basket putra dan putri Universitas Kentucky. Ousmane N'Diaye dari tim putra dan Ajša Sivka dari tim putri merupakan dua pilar internasional yang diproyeksikan menjadi pemain kunci di bawah arahan pelatih Mark Pope serta Kenny Brooks.

Sebagian besar dari prospek internasional ini juga telah menyepakati kontrak NIL dengan nilai yang menggiurkan. Situasi pelik tersebut membuat keputusan NCAA diprediksi akan menghadapi gelombang tuntutan hukum dari berbagai pihak yang dirugikan.

Di sisi lain, tingkat ketegasan dalam penegakan aturan baru ini masih menyisakan tanda tanya besar. Berdasarkan laporan Kevin Sweeney di Sports Illustrated, sejauh ini belum ada kejelasan mengenai seberapa agresif otoritas NCAA akan menegakkan aturan kelayakan tersebut di lapangan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author