IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.917 Seiring Penguatan Bursa Saham Asia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (6/7/2026) dibuka menguat. Dilansir dari Bloomberg Technoz, indeks mencatat kenaikan 41,8 poin atau sebesar 0,71 persen ke level 5.917 hingga pukul 09.18 WIB.
Pergerakan positif ini berjalan seiring dengan deretan bursa saham Asia yang turut dibuka di zona hijau. Beberapa di antaranya meliputi PSEi di Filipina, TW Weighted Index di Taiwan, Ho Chi Minh Stock Index di Vietnam, dan Hang Seng di Hong Kong.
Selain itu, penguatan juga tampak pada CSI 300 dan Shanghai Composite di China, Topix di Jepang, Shenzhen Comp di China, serta KLCI di Malaysia.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume jual-beli tercatat mencapai 3,32 miliar saham. Nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp1,56 triliun dengan frekuensi sebanyak 255.190 kali.
Dalam dinamika pasar tersebut, sebanyak 369 saham terpantau menguat dan 144 saham mengalami pelemahan. Sementara itu, terdapat 196 saham yang posisinya tidak bergerak.
BRI Danareksa Sekuritas menyebut pasar akan mencermati beberapa faktor penting hari ini. Sentimen yang dipantau meliputi keberlanjutan arus dana asing, pergerakan nilai tukar rupiah, serta sentimen global pasca libur Hari Kemerdekaan di Amerika Serikat (AS).
Investor dari dalam negeri juga sedang menunggu rilis sejumlah data ekonomi utama pekan ini yang menjadi penentu arah pasar selanjutnya.
“Secara teknikal, peluang technical rebound masih terbuka selama IHSG bertahan di atas support 5.730, dengan target penguatan menuju resistance psikologis 6.000,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.
Keberhasilan menembus level 6.000 dinilai akan memperkuat momentum pemulihan jangka pendek. Saham pilihan dari BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan kali ini adalah BUMI, PADI, dan AMMN.
Menurut Phintraco Sekuritas, faktor positif pembawa penguatan indeks adalah harapan pasar terhadap Bank Sentral AS Federal Reserve atau The Fed. Lembaga tersebut berpotensi menunda kenaikan suku bunga setelah data non-farm payroll Juni berada di bawah estimasi.
Pelemahan harga minyak mentah di pasar global yang terus berlanjut juga ikut meredam kekhawatiran terkait laju inflasi akibat kenaikan harga energi.
“Diperkirakan IHSG berpotensi uji level psikologis 6.000 pada pekan ini,” papar Phintraco Sekuritas.
Saham-saham pilihan utama yang direkomendasikan oleh riset Phintraco meliputi ASII, DSSA, AVIA, NCKL, EMAS, dan ELSA.
Di sisi lain, CGS International Sekuritas Indonesia menuturkan bahwa menguatnya nilai tukar rupiah serta naiknya harga beberapa komoditas diprediksi menjadi sentimen positif. Namun, aksi jual investor asing berpeluang memicu sentimen negatif.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.800–5.725 dan resistance 5.950–6.030,” tulis riset CGS International.
Saham pilihan yang dicantumkan oleh CGS meliputi NCKL, EXCL, WIIM, BBTN, BBNI, dan BMRI.
Panin Sekuritas turut memproyeksikan IHSG bakal menguat hari ini. Dorongan datang dari positifnya harga komoditas, meredanya tekanan jual investor asing, serta nilai tukar yang lebih stabil akibat adanya flow positif di obligasi. Saham pilihan mereka adalah ENRG, BSDE, dan PGAS.