Industri Smartphone Bersiap Hadapi Kelangkaan Komponen Memori Global
Pasar ponsel pintar global dilaporkan sedang bersiap menghadapi skenario terburuk akibat masifnya perkembangan kecerdasan buatan sepanjang tahun 2026. Ponsel dengan harga terjangkau terancam hilang dari peredaran. Dilansir dari Gamebrott, para pakar memprediksi gawai di kisaran harga Rp3 juta berpotensi lenyap dari pasaran.
Fenomena ini dipicu oleh kritisnya pasokan komponen memori. Laporan pengamat industri semikonduktor menyebutkan bahwa pusat data kecerdasan buatan berskala raksasa terus menyerap pasokan DRAM global. Konsumsi tersebut diperkirakan menguasai lebih dari 60 persen total suplai tahunan pada tahun 2027.
Monopoli pasokan oleh sektor kecerdasan buatan membuat produsen telepon seluler hanya mendapatkan sisa suplai DRAM yang sangat sedikit. Kelangkaan ini memicu lonjakan harga memori secara tajam.
Biaya untuk komponen penyimpanan tersebut diperkirakan memakan porsi hingga 60 persen dari total biaya produksi per unit gawai. Pembengkakan modal ini mempersempit ruang keuntungan vendor di kelas entry level. Kondisi tersebut memaksa para pabrikan menaikkan harga jual produk mereka secara drastis ke kelas mid-range. Konsumen kini harus bersiap menghadapi era baru dengan harga perangkat yang jauh lebih mahal.