Prancis Targetkan Penurunan Emisi di Tengah Perlambatan Sektor Transportasi

Share

Presiden Prancis Emmanuel Macron membuka Dewan Perencanaan Ekologis di Paris pada Selasa, 19 Mei 2026, guna mendorong peralihan energi yang konkret di tengah laporan melambatnya penurunan emisi karbon nasional. Pertemuan di salon REuse Economy Expo ini dihadiri Perdana Menteri Sébastien Lecornu untuk membahas strategi elektrifikasi dan ekonomi sirkular.

Data resmi menunjukkan Prancis melepaskan 369 Mt CO2e gas rumah kaca pada tahun 2024, berkurang 32 persen dibandingkan tahun 1990. Namun, penurunan emisi dari pembakaran energi melambat menjadi 2,3 persen pada 2024 setelah sempat turun 8,0 persen pada 2023. Sektor transportasi menjadi penyumbang terbesar dengan 124,9 Mt CO2e atau 34 persen dari total emisi.

Haut Conseil pour le climat pada tahun 2025 telah memperingatkan melemahnya manajemen aksi iklim dan perlambatan elektrifikasi transportasi. Kendaraan listrik dan pompa panas membutuhkan investasi awal tinggi yang kerap menyulitkan rumah tangga miskin serta pelaku UKM, sehingga bantuan publik menjadi sangat krusial.

Di sisi lain, kebijakan pengelolaan sampah memicu perdebatan baru karena Macron meminta pemerintah mengadakan konsultasi terkait sistem pengembalian botol kemasan. Langkah ini bertujuan memenuhi target undang-undang anti-sampah 2020 untuk memangkas 50 persen botol plastik pada 2030, meskipun mendapatkan penolakan dari pemerintah daerah.

"Notre dépendance aux énergies fossiles touche évidemment beauc…" ujar Emmanuel Macron, Presiden Prancis.

Kementerian Transisi Ekologis selanjutnya dijadwalkan fokus membahas pembatasan impor plastik murni dan penguatan daur ulang domestik. Sementara itu, organisasi WWF France menegaskan bahwa keberhasilan transisi di tingkat lokal sangat bergantung pada stabilitas anggaran yang diterima oleh setiap pemerintah daerah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author