GOTO Raih Laba Bersih dan Rencanakan Buyback Saham Rp3,5 Triliun

Share

PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan laba bersih sebesar Rp171 miliar pada kuartal I-2026 sekaligus mengumumkan rencana aksi korporasi pembelian kembali atau buyback saham senilai maksimal Rp3,5 triliun.

Pencapaian laba bersih tersebut membalikkan posisi rugi perusahaan sebesar Rp367 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, seiring pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 26 persen menjadi Rp5,3 triliun per Maret 2026.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, dalam acara Stock Idea Festival di Jakarta pada Sabtu (23/5/2026), pendiri Stockwise Andry Hakim mengungkapkan bahwa dirinya ikut mengoleksi saham GOTO dengan porsi relatif kecil dalam portofolionya karena melihat potensi keuntungan asimetris.

"Conviction di GOTO itu sebenarnya sederhana, dia sudah turun di Rp50 paling bottom, dia hanya bisa bergerak antara naik atau diam," kata Andry Hakim, pendiri Stockwise.

Keputusan investasi tersebut diambil di tengah rencana pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online yang akan memangkas komisi aplikator menjadi 8 persen.

"Worst case kalian butuh uang, kalian tinggal jual GOTO di harga Rp50, kalian tidak rugi paling kalian cuma rugi di fee doang," tutur Andry Hakim, pendiri Stockwise.

Andry menambahkan bahwa berdasarkan informasi dari media, aturan pembatasan komisi tersebut hanya menyasar segmen jasa pengantaran orang atau ride hailing.

"Untuk yang GoFood, yang lain pengantaran barang sama sebenarnya, pengusaha itu tetap lihai ya," tutur Andry Hakim, pendiri Stockwise.

Merespons kebijakan regulasi tersebut, jajaran manajemen GOTO menyatakan komitmennya untuk mematuhi ketentuan pembagian komisi 8 persen untuk aplikator dan 92 persen bagi mitra pengemudi.

"Untuk implementasinya kita akan melakukannya secepat mungkin, akan tetapi juga lagi menunggu instruksi dan juga persiapan dari perpresnya sendiri," ujar Hans Patuwo, Direktur Utama GOTO dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (19/5/2026).

Sebagai langkah antisipasi guna menjaga stabilitas pendapatan dan keberlanjutan ekosistem, GOTO berencana menghentikan program uji coba langganan GoRide Hemat untuk mitra pengemudi yang telah berjalan sejak November 2025.

"Pembelian kembali saham juga diharapkan dapat mendukung potensi pengembalian nilai yang lebih baik bagi pemegang saham di masa depan," kata manajemen GOTO dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Senin (11/5/2026).

Aksi buyback ini direncanakan tidak melebihi 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor, termasuk saham treasuri, dan akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB pada 18 Juni 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author