Pemprov DKI Rancang Jembatan Gembok Cinta di Rasuna Said

Share

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merencanakan pembangunan jembatan 'Gembok Cinta' di atas Kali Cideng, kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, yang diproyeksikan sebagai ruang ekspresi baru bagi generasi muda.

Rencana infrastruktur ini ditempatkan tepat di depan Gedung Merah Putih KPK untuk menghubungkan Jalan HR Rasuna Said dengan Jalan Kuningan Persada, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan kebijakan tersebut saat berada di kawasan Latumenten, Jakarta Barat, pada Kamis (2/7/2026).

"Tetapi di situ kan ada sungai dan sungai itu yang menghubungkan antara Rasuna Said dengan jalan di depan KPK. Nah, itu kan ada jembatan yang kita buat. Mudah-mudahan saya berharap, sebagai bagian dari integritas kita dan juga memberikan ruang bagi ekspresi anak-anak muda Jakarta, silakan dibangun, digunakan untuk menjadi Gembok Cinta," kata Pramono.

Pramono menegaskan pemilihan lokasi di atas sungai sengaja dilakukan agar fasilitas tersebut tidak mengganggu arus pergerakan masyarakat yang menggunakan fasilitas penyeberangan reguler.

"Jadi bukan di JPO di atas, kalau itu nanti mengganggu pejalan," tambah Pramono.

Pembangunan ini mendapat respons dari masyarakat yang melintas di sekitar Jalan HR Rasuna Said pada Minggu (5/7/2026), termasuk seorang warga bernama Kinan (25) yang mendukung pemisahan jalur tersebut dari JPO.

"Iya, soalnya kayaknya nanti kalau di atas JPO (jembatan penyeberangan orang), kayaknya ganggu orang ya yang mau naik TJ (Transjakarta) atau LRT. Jadi udah bagus sih kalau emang rencananya di sungai ini," kata Kinan.

Kinan menilai konsep ini menyerupai objek wisata serupa di luar negeri dan berharap proyek ini disertai dengan penataan kebersihan pada aliran Kali Cideng.

"Kalau aku lihat kalau ada jembatan Gembok Cinta kayaknya bagus ya. Biar kayak di luar negeri gitu kan," katanya.

Kinan menekankan pentingnya perawatan aliran sungai agar kondisi di sekitar lokasi tetap nyaman bagi pengunjung.

"Menurut aku kayaknya udah bagus di atas sungai ini ya. Tinggal dibikin rapi aja sungainya. Maksudnya kayak bikin gimana sungainya biar jadi terus bersih, biar jadi nggak bau," katanya.

Warga lain, Fadlan (29), mengutarakan dukungan senada dan menyarankan agar ukuran jembatan dibuat lebih lapang daripada fasilitas penyeberangan biasa.

"Ya udah bener sih dibangun di atas sungai ini. Kalo di JPO kan takutnya nanggung sama yang mau ke LRT sama naik TransJ. Nah paling kalau menurut saya jembatannya aja sih dibikin bagus dan lebar gitu," kata Fadlan.

Fadlan juga menyoroti aspek higienitas sungai dan mengimbau masyarakat yang datang untuk ikut menjaga ketertiban lingkungan.

"Iya sama sungainya juga harus bersih terus. Jadi nggak bau atau kotor gitu. Yang main ke sini juga harus bisa jaga kebersihan lah," katanya.

Fadlan yang bekerja di kawasan tersebut menyatakan ketertarikannya untuk ikut memanfaatkan fasilitas baru tersebut setelah melihat perkembangannya di masyarakat.

"Ya karena saya kerja di sini saya kayaknya ikut (pasang gembok) lah. Lihat viral atau nggaknya dulu sih saya. Tapi kayaknya nanti bakal viral sih," imbuh Fadlan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author