Arah Kebijakan Moneter AS dan Cadangan Devisari RI Pengaruhi Pasar Global
Perkembangan ekonomi Amerika Serikat (AS) menjadi fokus perhatian pelaku pasar global setelah data tenaga kerja pada Juni mulai memperlihatkan perlambatan. Kondisi perekrutan yang melambat tajam membuat investor mengurangi spekulasi mengenai kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) tahun ini. Dilansir dari Bloomberg Technoz, dinamika kebijakan moneter AS tersebut diprediksi tetap menjadi sentimen utama bagi pergerakan pasar keuangan dunia.
Selain AS, situasi di kawasan Eropa dan Asia turut memberikan pengaruh signifikan terhadap iklim investasi global. Inflasi di Zona Euro dilaporkan melambat melampaui ekspektasi pada Juni akibat penurunan harga minyak ke level sebelum konflik Timur Tengah. Kendati demikian, pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) tetap mewaspadai efek lanjutan dari fluktuasi harga energi terhadap inflasi.
Hubungan dagang antara Uni Eropa dan China juga memanas menyusul belum adanya kesepakatan terkait langkah penekanan defisit perdagangan yang terus membesar. Sementara itu dari Asia, Jepang mendekati rekor pertumbuhan ekonomi terpanjang pasca-Perang Dunia II berkat lonjakan ekspor produk kecerdasan buatan (AI).
Namun, dua manajer investasi besar di China justru memberikan peringatan mengenai risiko gelembung (bubble) pada reli saham AI global yang dinilai tidak berkelanjutan. Sentimen-sentimen ini bergerak beriringan dengan dinamika ekonomi dari dalam negeri. Pelaku pasar domestik kini sedang menanti laporan cadangan devisa Indonesia untuk edisi Juni. Sebagai catatan, posisi cadangan devisa per Mei 2026 tergerus sebesar Rp11,57 miliar menjadi US$144,9 miilar.
Angka tersebut setara dengan 5,5 bulan pembayaran impor serta utang luar negeri pemerintah. Nilai ini sekaligus menjadi posisi cadangan devisa terendah dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Pekan lalu, Fitch Ratings memperingatkan risiko penurunan peringkat utang Indonesia apabila cadangan devisa terus mengalami penyusutan. Lembaga pemeringkat tersebut memproyeksikan cadangan devisa RI pada 2026 hanya mampu membiayai 4,6 bulan kebutuhan pembayaran eksternal.
Proyeksi ini berada di bawah nilai tengah (median) negara-negara dengan peringkat BBB yang rata-rata mencapai 5 bulan. Keterbatasan cadangan devisa mendorong Bank Indonesia menawarkan imbal hasil nominal (carry) yang tinggi guna menarik modal asing. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah volatilitas makro global.
Kenaikan imbal hasil obligasi AS dan penguatan dolar AS menjadi faktor pemicu utama fluktuasi tersebut. Meskipun ada prospek pengetatan moneter dari The Fed, pemulihan alokasi modal asing membuat surat utang Indonesia dinilai lebih menarik dibandingkan obligasi pasar negara berkembang lainnya.
Agenda Ekonomi Global Sepekan
Berikut adalah rangkaian agenda ekonomi penting yang dijadwalkan berlangsung sepanjang pekan ini:
Senin, 6 Juli 2026
Aktivitas ekonomi dimulai dengan rilis indeks inflasi Melbourne Institute di Australia serta data penjualan ritel dan PPI di Zona Euro. Jerman menjadwalkan rilis pesanan pabrik, bersamaan dengan keputusan suku bunga di Israel dan data penjualan ritel Singapura.
Thailand akan mengumumkan data inflasi (CPI), sedangkan AS merilis ISM Services Index dan S&P Global Services PMI. Di ranah diplomasi, Perdana Menteri India Narendra Modi memulai kunjungan kerja ke Indonesia, Selandia Baru, dan Australia hingga 11 Juli.
Agenda lainnya mencakup pidato anggota Komite Kebijakan BOE Catherine Mann di Newcastle serta pelaksanaan ASEAN+3 Bond Market Forum di Jepang. Menteri Luar Negeri China Wang Yi dijadwalkan bertemu PM Norwegia di Oslo, sementara Senat Filipina memulai sidang pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte.
Selasa, 7 Juli 2026
China, Indonesia, Malaysia, dan Meksiko dijadwalkan mengumumkan posisi cadangan devisa mereka. Indonesia juga akan merilis Indeks Keyakinan Konsumen dan menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) dengan target indikatif Rp32 triliun.
Data inflasi akan dirilis oleh Filipina, Taiwan, dan Kolombia. Sementara itu, Prancis mengumumkan neraca perdagangan, Jerman merilis data produksi industri, dan Jepang mengumumkan Leading Index serta pertumbuhan upah.
KTT NATO yang membahas belanja pertahanan dan strategi keamanan dimulai di Ankara, Turki, dengan kehadiran Presiden AS Donald Trump hingga 8 Juli. Di pasar modal, SpaceX secara resmi masuk ke dalam indeks Nasdaq-100 pasca-IPO.
Rabu, 8 Juli 2026
Agenda hari Rabu diwarnai oleh pengumuman keputusan suku bunga dari Selandia Baru, Polandia, dan Rumania. Chile dan Swedia akan mempublikasikan data inflasi terbarunya.
Jepang menjadwalkan rilis neraca transaksi berjalan, sedangkan AS akan mengumumkan risalah rapat FOMC, persediaan grosir, dan aplikasi KPR. Konferensi euro digital di Wina akan dibuka oleh Anggota Dewan Gubernur ECB Martin Kocher.
Gubernur RBNZ Anna Breman dan Deputi Gubernur RBA Sarah Hunter dijadwalkan menyampaikan pidato di forum masing-masing. Di bursa saham, perusahaan kendaraan otonom asal China, Momenta Global Ltd., mulai diperdagangkan di Bursa Hong Kong.
Kamis, 9 Juli 2026
China akan merilis data CPI dan PPI, sementara Jepang mengumumkan jumlah uang beredar. Malaysia dan Peru dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga mereka, bersamaan dengan rilis data produksi industri Malaysia.
Meksiko akan mempublikasikan data inflasi serta risalah rapat bank sentralnya. Selandia Baru merilis PMI manufaktur BusinessNZ, dan Serbia mengumumkan keputusan suku bunga terbarunya.
Afrika Selatan menjadwalkan rilis produksi manufaktur, sedangkan Taiwan mengumumkan neraca perdagangan. Dari AS, data klaim pengangguran awal dan penjualan rumah akan dirilis bersamaan dengan lokakarya likuiditas pasar yang dihadiri sejumlah pejabat bank sentral di New York.
Jumat, 10 Juli 2026
Hari terakhir pekan ini diisi oleh rilis data PPI Jepang serta data inflasi dari Brasil, Prancis, Jerman, dan Rusia. Kanada akan mengumumkan tingkat pengangguran dan izin mendirikan bangunan.
Data produksi industri akan dipublikasikan oleh Italia, Meksiko, dan Turki, sementara Polandia merilis risalah rapat bank sentralnya. Wakil Presiden ECB Boris Vujcic dijadwalkan berbicara dalam Economist Government Roundtable di Athena.
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa memulai kunjungan kerja ke Prancis hingga 12 Juli. Pada saat yang sama, gelaran African Economic Conference resmi dimulai di Abidjan.