Arsenal Menjuarai Liga Inggris Setelah Menanti Selama 22 Tahun

Share

Arsenal resmi memastikan diri sebagai juara Premier League Liga Inggris musim 2025/2026 setelah rival terdekatnya, Manchester City, bermain imbang 1-1 melawan AFC Bournemouth pada Kamis dini hari.

Klub berjuluk The Gunners tersebut mengunci gelar juara setelah mengalahkan Burnley dengan skor 1-0 di Stadion Emirates pada pekan ke-37. Hasil ini membuat Arsenal mengoleksi 82 poin yang tidak mungkin lagi terkejar oleh Manchester City di posisi kedua dengan 78 poin.

Keberhasilan ini mengakhiri paceklik gelar kasta tertinggi sepak bola Inggris selama 22 tahun bagi klub London Utara tersebut sejak musim 2003/2004. Trofi ini menjadi gelar juara Liga Inggris ke-14 sepanjang sejarah klub sekaligus menjadi pembuktian proyek jangka panjang manajer Mikel Arteta sejak Desember 2019.

Gelar juara ini memberikan suntikan dana bagi manajemen klub yang diperkirakan mencapai Rp1,26 triliun. Arsenal juga dipastikan kembali berlaga di UEFA Champions League musim depan dengan lencana emas Premier League di lengan jersey mereka.

can pelatih Mikel Arteta yang kini menginjak usia 44 tahun menorehkan catatan sebagai pelatih termuda dalam sejarah klub yang mampu mempersembahkan gelar liga. Arteta mencatatkan rasio kemenangan tertinggi dalam sejarah Arsenal yaitu mencapai 60,4 persen dari 351 pertandingan.

Dilansir dari Sky Sports, manajer Arsenal tersebut menyatakan bahwa ia merasakan getaran yang berbeda sejak bulan Maret dan April, meski timnya sempat menelan kekalahan beruntun dari Bournemouth dan Manchester City.

"Saya sering membayangkan memenanginya. Terutama karena kami sudah sangat nyaris dalam beberapa musim," ujar Mikel Arteta.

Arteta juga menjelaskan bahwa dirinya melakukan banyak visualisasi dalam beberapa bulan terakhir demi meraih gelar juara tersebut.

"Tapi kali ini, khususnya, ada sesuatu yang terasa berbeda. Saya sudah melakukan banyak visualisasi dalam beberapa bulan terakhir," kata Mikel Arteta.

Ia menambahkan bahwa gambaran mengenai kemenangan tersebut terasa sangat berbeda dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya.

"Saya bisa menutup mata saya dan mendapatkan gambaran itu seketika, dan itu berbeda dari musim-musim sebelumnya. Bukan dari awal musim ya, lebih ke sekitar Maret, April saat mulai begitu," ucap Mikel Arteta.

Di sisi lain, manajemen klub memberikan apresiasi tinggi dan kuasa penuh kepada Arteta untuk membangun keharmonisan tim melalui budaya, identitas kolektif, dan kohesi internal yang kuat.

"Ini tentang budaya. Kamu harus mempersiapkan tanahnya sedemikian rupa sehingga siapa pun yang ingin berkembang memahami lingkungannya, apa yang kami harapkan, dan standar yang kami tetapkan," ungkap Mikel Arteta.

Filosofi kesatuan tim tersebut juga diterapkan dalam kebebasan berekspresi keimanan para pemain di dalam skuad seperti Bukayo Saka, Gabriel Jesus, Jurrien Timber, hingga Noni Madueke yang baru bergabung dari Chelsea pada 2025.

"Saya menyukainya karena saya pikir itu lebih membuat mereka terhubung satu sama lain. Beberapa dari mereka memiliki keyakinan yang sama, atau keyakinan yang kuat, dan itu membantu kesejahteraan mereka, sisi mental, dan apa yang dibawanya bagi mereka sebagai manusia. Saya pikir itu fenomenal," jelas Mikel Arteta.

Setelah penyerahan trofi resmi usai laga melawan Crystal Palace, Arsenal dijadwalkan akan menghadapi Paris Saint-Germain di babak final Liga Champions di Paris pada Sabtu, 30 Mei 2026. Manajemen klub juga telah mengonfirmasi akan menggelar parade juara Liga Inggris pada Minggu, 31 Mei 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author