Badan Geologi Nyatakan Video Letusan Anak Krakatau Hoaks

Share

Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan rekaman video yang memperlihatkan erupsi besar Gunung Anak Krakatau di tengah laut pada malam hari dari atas kapal merupakan informasi bohong atau hoaks pada Minggu (5/7/2026). Pernyataan resmi ini dikeluarkan menyusul beredarnya video viral di media sosial yang mengaitkan visual tersebut dengan aktivitas vulkanik terbaru gunung api aktif di Selat Sunda tersebut. Berdasarkan catatan resmi, Gunung Anak Krakatau sebenarnya mengalami dua kali erupsi pada tanggal 2 dan 3 Juli 2026.

"Beredar di media sosial sebuah video yang diklaim memperlihatkan erupsi Gunung Anak Krakatau yang direkam dari atas kapal. Setelah dilakukan verifikasi, video tersebut bukan merupakan rekaman erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi saat ini sehingga informasi tersebut merupakan hoaks (tidak benar)," tulis Badan Geologi ESDM dalam situs resminya.

Lembaga tersebut memaparkan bahwa setelah fase konstruksi pascatsunami 2018 berhenti pada Desember 2023, jeda erupsi sempat terjadi sebelum akhirnya gunung kembali meletus pada awal Juli 2026. Guna mengantisipasi kesimpangansiuran, otoritas terkait meminta publik hanya memercayai saluran komunikasi resmi.

"Masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai maupun menyebarluaskan video yang belum terverifikasi. Seluruh informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau hanya disampaikan melalui kanal resmi Badan Geologi/PVMBG dan MAGMA Indonesia," tulis Badan Geologi. Selain menyangkut rekaman video, instansi tersebut juga memberikan klarifikasi mengenai batas jarak aman aktivitas di sekitar lokasi vulkanik. Informasi yang mengeklaim zona bahaya berada pada radius 5 kilometer dipastikan tidak valid.

"Rekomendasi resmi yang berlaku saat ini adalah masyarakat, wisatawan, dan nelayan tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 3 km dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diharapkan selalu mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi/PVMBG dan tidak mudah terप्रभाव oleh informasi yang tidak memiliki sumber yang jelas," tulis Badan Geologi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author