Joey Low Selamatkan Bisnis Kuliner Hup Cheong dari Krisis Utang

Share

Seorang perempuan asal Singapura bernama Joey Low mengambil keputusan besar untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai product manager di bursa kripto OKX demi menyelamatkan bisnis kuliner legendaris keluarganya, Hup Cheong Roasted Food, yang terlilit utang besar pada tahun 2024.

Seperti dilansir dari Detik Food yang mengutip laporan CNA dan Mothership pada 4 Juli 2026, perempuan berusia 30 tahun tersebut rela melepaskan pendapatan tahunan mencapai enam digit dolar Singapura demi mengatasi krisis keuangan toko daging panggang milik orang tuanya.

Ketika mulai terlibat langsung, Low menemukan bahwa Hup Cheong Roasted Food memiliki akumulasi utang macet melebihi SGD 500.000 atau berkisar Rp7 miliar. Sebagian besar tunggakan tersebut berasal dari para pelanggan grosir yang belum membayar, termasuk sebuah bisnis bakmi pangsit yang memiliki utang tersendiri sebesar hampir SGD 260.000 atau sekitar Rp3,6 miliar.

Kondisi keuangan yang memburuk ini diperparah oleh penurunan omzet gerai pasar hingga lebih dari 50 persen akibat pandemi COVID-19, ditambah lonjakan biaya operasional serta sewa pabrik yang akan habis pada 2027.

Pemilik awal bisnis, Tommy Low, mengaku terkejut karena awalnya memperkirakan jumlah piutang yang belum terbayar oleh pelanggan jauh lebih kecil dari angka riil yang ditemukan oleh putrinya.

"Saya benar-benar terkejut. Awalnya saya pikir jumlah piutang yang belum tertagih sekitar SGD 200.000," ujar Tommy Low.

Guna mengatasi situasi tersebut, Joey Low segera menyusun daftar penagihan mingguan secara ketat dan berhasil mengamankan kembali dana sebesar SGD 50.000 dari para debitur. Ia juga melakukan modernisasi usaha dengan mendirikan lini merek baru bernama Charrou yang menjual daging panggang beku siap saji dengan sistem pembayaran di muka.

Langkah strategis pembenahan manajemen arus kas ini diambil setelah melalui pertimbangan mendalam antara melanjutkan karier profesionalnya atau mempertahankan warisan usaha yang dirintis sejak 1985 itu.

"Saya harus memilih antara mengejar karier di dunia korporat atau membantu ayah menjalankan usaha keluarga. Akhirnya saya memilih yang kedua," kata Joey Low.

Manajemen Hup Cheong kini dibagi dengan fokus operasional harian pada hari kerja, sementara pengembangan merek Charrou dimaksimalkan saat akhir pekan. Dalam kurun waktu satu tahun, Charrou berhasil membukukan omzet hingga enam digit dan menjaga kelangsungan bisnis keluarga Low.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author