Iran Beri Pertimbangan Khusus bagi China di Selat Hormuz
Pemerintah Iran bakal memberikan pertimbangan khusus kepada China dan negara sahabat lainnya dalam penentuan besaran serta jenis biaya layanan bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan baru tersebut diambil setelah jalur perairan strategis itu ditetapkan sebagai masalah keamanan nasional pasca-konflik dengan Amerika Serikat dan Israel, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz pada Minggu (5/7/2026).
Duta Besar Iran untuk Beijing, Abdolreza Rahmani Fazli, menjelaskan bahwa pengaturan baru di jalur pasokan energi dunia ini akan melibatkan kolaborasi dengan negara Oman.
"keamanan nasional" setelah perang empat bulan AS dan Israel terhadap Republik Islam Iran. Karena itu, "akan ada pengaturan baru mengenai Selat Hormuz dengan kolaborasi dan kerja sama negara Oman," kata Abdolreza Rahmani Fazli, Duta Besar Iran untuk Beijing.
Keputusan tersebut disampaikan dalam Forum Perdamaian Dunia di Beijing tanpa merinci bentuk konsesi spesifik yang akan diberikan kepada pihak Beijing.
"Kami pasti akan memberikan pertimbangan khusus untuk China, karena China adalah negara sahabat," kata Abdolreza Rahmani Fazli, Duta Besar Iran untuk Beijing.
Sikap istimewa ini ditegaskan kembali oleh pihak Iran sebagai bentuk apresiasi terhadap hubungan bilateral yang terjalin erat selama ini.
"Perlakuan khusus harus kami berikan kepada negara-negara yang bersahabat dengan kami." kata Abdolreza Rahmani Fazli, Duta Besar Iran untuk Beijing.
Pengelolaan masa depan Selat Hormuz kini menjadi salah satu poin krusial dalam negosiasi demi mengakhiri konflik secara permanen. Jalur air ini sempat ditutup efektif sejak akhir Februari akibat serangan udara AS dan Israel, sebelum akhirnya lalu lintas kapal mulai normal kembali bulan lalu berkat perjanjian damai sementara.
Kendati demikian, situasi di lapangan masih menunjukkan kompleksitas setelah delapan kapal yang hendak meninggalkan Teluk Persia melalui perairan Oman terpaksa berbalik arah. Di sisi lain, AS bersama negara-negara Arab Teluk menuntut agar Iran dan Oman tidak menarik pungutan apa pun di jalur tersebut.
Beberapa negara Eropa kini mulai menerima penerapan biaya tersebut demi menjamin keamanan jalur kapal dan menangani dampak lingkungan, asalkan tidak ada diskriminasi kewarganegaraan kapal. Sementara itu, pihak China mendesak agar arus pelayaran di Selat Hormuz tetap berjalan tanpa hambatan guna melindungi stabilitas ekonomi domestiknya.
"tidak akan bertentangan dengan hukum laut internasional," kata Abdolreza Rahmani Fazli, Duta Besar Iran untuk Beijing.
Sebelum konflik pecah, Selat Hormuz menjadi jalur krusial yang mengalirkan sekitar seperlima dari total pasokan minyak dan gas alam cair dunia.