Binus University Gagas Inisiatif AI for Life dan Pimpin Forum Global
Binus University meluncurkan gerakan inovatif bernama "AI for Life" untuk mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan secara etis di kawasan Asia Pasifik yang tengah mengalami pertumbuhan riset digital yang sangat pesat.
Langkah strategis ini, seperti dilansir dari Detik iNET, diperkuat dengan ditunjuknya Binus University sebagai penyelenggara forum internasional bergengsi QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026.
Ketua Dewan Guru Besar Binus University, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M., menilai bahwa momentum ini menjadi wadah kontribusi nyata dari kalangan akademisi.
"Melalui gagasan AI for Life, Dewan Guru Besar Binus ingin menegaskan bahwa teknologi, khususnya AI, harus diarahkan untuk memperkuat kehidupan manusia, bukan menggantikannya," tuturnya.
Inisiatif ini berfokus pada tiga pilar keilmuan utama. Pilar pertama adalah Teknologi, Engineering, dan IT (AI Transformation) yang berfokus pada kesiapan infrastruktur data, proteksi privasi, etika, serta penciptaan nilai ekonomi.
Pilar kedua menyasar Bisnis dan Industri Kreatif dengan memposisikan AI sebagai rekan strategis yang efisien tanpa menghilangkan kepekaan sosial dan budaya manusia.
Pilar ketiga mencakup Geopolitik, Hukum, dan Kebijakan Nasional yang menekankan pentingnya kedaulatan data, keamanan siber, serta regulasi responsif demi kepentingan publik.
Semangat transformasi digital ini akan dibawa ke tingkat global melalui QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 yang mengusung tema "Advancing Education for Purpose and Impact".
Pertemuan akbar tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3–5 November 2026 di Bali International Convention Centre dengan target kehadiran lebih dari 1.000 delegasi lintas negara.
President of Binus Higher Education, Stephen Wahyudi Santoso, menyatakan kebanggaannya atas penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah forum internasional ini.
"Ini bukan hanya sebagai pencapaian bagi Binus, tetapi juga momentum bagi Indonesia. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki ekosistem pendidikan tinggi yang terus berkembang, adaptif, berbasis teknologi, dan siap berkolaborasi secara global," jelasnya.
Binus University dipilih karena rekam jejaknya yang solid sebagai universitas swasta nomor satu di Indonesia versi QS World University Rankings 2027.
Reputasi kampus ini dalam menghubungkan riset akademik dengan kebutuhan masa depan industri turut diakui oleh Regional Partnership Director QS, E Way Chong.
Rektor Binus University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan optimismenya terkait masa depan kolaborasi teknologi dan pendidikan tinggi ini.
"Kami percaya bahwa kemajuan pendidikan tinggi dan teknologi tumbuh melalui dialog terbuka serta jejaring yang kuat. Melalui perayaan 45 tahun ini, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun masa depan Indonesia yang lebih adaptif, inclusif, dan berdampak nyata bagi dunia," tutupnya.