Dokter Sembuh dari Ebola Setelah Karantina di Prancis
Seorang dokter yang terinfeksi virus Ebola pasca-menjalankan misi kemanusiaan di Republik Demokratik Kongo dinyatakan telah sembuh total dan diizinkan keluar dari rumah sakit di Prancis.
Pemulangan pasien tersebut dikonfirmasi secara resmi oleh Menteri Kesehatan Prancis, Stephanie Rist, dalam pernyataan tertulis pada Sabtu waktu setempat seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.
Sebelumnya, dokter tersebut bertugas di pusat perawatan Ebola Rwampara, Provinsi Ituri, sejak 22 Mei hingga 19 Juni 2026. Ia tidak memperlihatkan gejala klinis apa pun saat meninggalkan lokasi kerja maupun selama tinggal di Kinshasa sebelum bertolak menuju Prancis.
Kasus ini tercatat sebagai temuan Ebola pertama yang teridentifikasi di luar wilayah terdampak dalam siklus wabah yang berlangsung saat ini. Infeksi tersebut diidentifikasi sebagai strain Bundibugyo yang tergolong langka dan belum memiliki vaksin yang disetujui otoritas medis resmi.
Hingga saat ini, penyebaran strain Bundibugyo dilaporkan masih terisolasi di wilayah Kongo dan Uganda. Berdasarkan data terkini, setidaknya 440 orang telah meninggal dunia akibat keganasan virus tersebut di wilayah Afrika.