Polres Katingan Tangkap Pria R Terduga Penyerang Polisi

Share

Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah bersama Polres Katingan kembali menangkap seorang pria berinisial R pada Minggu (5/7). Pria tersebut diduga terlibat dalam aksi penyerangan bersenjata tajam terhadap personel Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.

Aksi kekerasan ini terjadi ketika aparat kepolisian tengah melakukan pengungkapan kasus tindak pidana narkotika di wilayah tersebut. Penangkapan R merupakan hasil pengembangan penyelidikan intensif setelah polisi sebelumnya meringkus sejumlah pelaku lain.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengonfirmasi adanya penangkapan terbaru ini untuk mendalami peran terduga pelaku dalam insiden maut yang menewaskan personel kepolisian.

"Benar, kami berhasil mengamankan seorang pria berinisial R yang diduga juga terlibat dalam kasus penyerangan anggota kami di Katingan," kata Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono saat dikonfirmasi di Palangka Raya, Minggu.

Penyidik saat ini masih menginterogasi R secara mendalam. Polisi juga terus mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti demi memburu keterlibatan pihak-pihak lain dalam perkara ini.

"Saat ini terduga pelaku masih dimintai keterangan dan masih dalam rangka pengembangan," kata AKBP Dodik Hartono.

Aparat kepolisian memastikan operasi pengejaran di lapangan tidak akan berhenti sampai seluruh pihak yang bertanggung jawab atas penyerangan ini tertangkap.

"Terduga pelaku lainnya masih dalam proses pengejaran oleh tim gabungan. Kami akan terus melakukan pengembangan hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil diamankan," kata AKBP Dodik Hartono.

Peristiwa berdarah tersebut bermula saat anggota Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penindakan terhadap terduga bandar sabu pada Kamis (2/7) dini hari. Petugas di lapangan mendadak mendapatkan perlawanan sengit dari sekelompok orang yang mempersenjatai diri dengan senjata tajam.

Insiden tersebut mengakibatkan Aipda Yudhi Perdana Putra gugur di lokasi tugas, sementara Bripda Nopandri Ramadhana ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Katingan setelah sempat dinyatakan hilang. Dilansir dari ANTARA, tim gabungan juga masih melakukan pencarian terhadap satu personel lain, Aiptu Sumaryanto.

Pihak kepolisian menegaskan komitmen penuh untuk menuntaskan perkara penyerangan ini secara hukum.

"Kami akan terus melakukan pengembangan hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil diamankan," kata AKBP Dodik Hartono.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author