Mengenal Profesi Marine Biologist yang Kebal Gempuran Teknologi AI
Memiliki karier yang mampu bertahan dari gempuran teknologi artificial intelligence (AI) menjadi hal penting saat ini. Salah satu bidang pekerjaan yang dapat diperhatikan adalah marine biologist atau ahli biologi kelautan. Profesi ahli biologi kelautan merupakan bidang kerja yang berfokus mempelajari kehidupan di laut, dilansir dari Detikcom.
Bidang ini meneliti mulai dari organisme bersel tunggal terkecil hingga mamalia terbesar di planet bumi, seperti paus biru. "Para profesional ini menjelajahi beragam ekosistem, dari hutan rumput laut di pesisir hingga terumbu karang, dan ahli biologi kelautan juga memainkan peran kunci dalam konservasi dan rantai makanan laut," tulis Georgia Southern University dikutip Jumat (3/7/2026).
Tugas utama dari seorang marine biologist adalah mempelajari hewan laut beserta lingkungan tempat mereka hidup. Ketika kemampuannya telah mencapai tingkat ilmuwan terlatih, mereka menerapkan metode ilmiah untuk memahami berbagai fenomena bawah laut.
Aktivitas riset tersebut mencakup pemahaman dampak perubahan iklim terhadap ekosistem laut dan satwa liar. Selain itu, mereka meneliti pola vokalisasi mamalia laut hingga kehidupan cacing tabung raksasa di lubang hidrotermal laut dalam. Salah satu putra bangsa yang menekuni karier ini adalah Muhammad Cesar Brilliandi, alumnus Universitas Airlangga (Unair). Cesar kini bekerja sebagai marine biologist di Sub-Oceanic, Le Méridien Maldives Resort & Spa.
Dalam profesinya tersebut, Cesar berfokus pada aspek operasional wisata bahari serta aktivitas riset. Dirinya bertugas merancang program edukasi tentang cara menjaga laut kepada para tamu, sekaligus mengajak pengunjung memahami ancaman yang dihadapi bawah laut.
Gaji dan Keterampilan yang Dibutuhkan
Permintaan akan ahli biologi kelautan diperkirakan mengalami peningkatan di masa depan. US Bureau of Labor Statistics (BLS) menyatakan bidang ini akan mengalami pertumbuhan lapangan kerja sebesar 3% dari 2022-2032. Lembaga tersebut mencatat gaji rata-rata bidang ini di Amerika Serikat mencapai $67.430 atau sekitar Rp 1,2 M per tahun pada Mei 2022.
Besaran gaji pada tahun 2026 berpotensi meningkat dan bervariasi tergantung wilayah kerja. Keterampilan utama yang dibutuhkan untuk menjadi marine biologist adalah kemampuan analitis serta pemecahan masalah yang kuat. Ke depan, seorang profesional akan memiliki spesialisasi sendiri seperti akuakultur, mikrobiologi kelautan, atau biologi konservasi kelautan.
Setiap spesialisasi tersebut membutuhkan keterampilan yang baik dalam kerja lapangan maupun laboratorium. Kemampuan komunikasi dan interpersonal juga diperlukan karena banyak dari mereka yang bekerja di bidang pendidikan.
Jenjang Karier dan Tahapan Menjadi Marine Biologist
Sebagian besar ahli biologi kelautan berkarier di sektor publik, organisasi nirlaba, atau akademis. Peneliti di bidang ini dapat bekerja di perguruan tinggi maupun lembaga pemerintah. Pada tingkat internasional, terdapat National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) yang mempekerjakan ahli biologi kelautan untuk meneliti perikanan.
Sementara di Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadi lembaga pemerintah yang membutuhkan profesi ini. Langkah pertama untuk menekuni profesi ini adalah meraih gelar sarjana selama empat tahun di program studi biologi kelautan, oseanografi, ilmu kelautan, atau bidang terkait. Calon marine biologist kemudian perlu mencari pengalaman lapangan melalui program sukarelawan atau magang.
Menjalin relasi dengan organisasi kelautan dan mengikuti program beasiswa penelitian sangat disarankan selama perkuliahan. Jika ingin menjadi ilmuwan atau peneliti, diperlukan jenjang pendidikan lanjutan berupa gelar master atau doktor (S2 atau S3).
Tahap akhir yang perlu dilakukan adalah mengambil spesialisasi keterampilan yang spesifik. Bidang kerja seperti konservasi kelautan, mamalia laut, atau akuakultur dapat dijalani sejak menempuh studi S1 untuk mulai membangun resume.