Psikolog Ungkap Cara Atasi Stres dan Emosi Lewat Relaksasi Otot

Share

Tekanan psikologis berupa stres dan kecemasan yang terus menumpuk tanpa penyaluran berisiko kuat memicu perubahan perilaku seseorang menjadi jauh lebih agresif. Kondisi emosional yang tidak stabil akibat akumulasi beban pikiran ini sering kali termanifestasi dalam bentuk kebiasaan marah-marah saat menghadapi tantangan sehari-hari.

Dikutip dari Detik Health, langkah efektif untuk mengendalikan luapan emosi negatif tersebut adalah melalui penerapan metode relaksasi yang berfokus pada gerak fisik. Pendekatan medis ini dinilai sangat mampu meredakan ketegangan yang bersarang di dalam tubuh akibat memuncaknya tekanan mental.

Psikolog klinis Sriana Sihombing, S.Psi, M.M, M.Psi secara khusus merekomendasikan sebuah teknik pemulihan yang dikenal luas dengan istilah Progressive Muscle Relaxation atau PMR. Metode relaksasi otot progresif ini bertumpu pada kemampuan mengendalikan ketegangan fisik secara bertahap demi memulihkan keseimbangan jiwa.

Menurut psikolog klinis yang akrab disapa Anna tersebut, pelaksanaan metode PMR melibatkan proses melepaskan ketegangan atau tension pada beberapa kelompok otot spesifik. Area tubuh yang menjadi sasaran utama dalam rangkaian proses relaksasi ini meliputi bagian bahu, lengan, area perut, hingga otot-otot di sekitar wajah.

Langkah pelepasan ketegangan otot tersebut terbukti sangat efektif dalam meredakan kondisi psikologis individu yang sedang berada pada fase emosional tidak stabil. Pengendalian kelompok otot secara sadar diyakini mampu mencegah penumpukan emosi negatif agar tidak sampai meledak-ledak dan berujung merugikan diri sendiri.

"Itu untuk merilis tension, makanya tadi dia harus mengepalkan tangan, angkat bahu. Karena semua tension itu biasanya di bagian tubuh itu tadi," kata Anna.

Penerapan manajemen relaksasi otot ini dinilai menjadi semakin relevan di tengah situasi politik maupun dinamika ekonomi yang serba tidak menentu belakangan ini. Ketidakpastian kondisi lingkungan eksternal sering kali disinyalir sebagai penyumbang utama peningkatan tingkat stres pada masyarakat umum.

Selain mengandalkan panduan teknik PMR yang spesifik, prinsip utama dari pelepasan ketegangan otot tubuh ini sesungguhnya juga dapat diaplikasikan secara langsung melalui aktivitas berolahraga. Melakukan berbagai ragam gerakan fisik secara rutin menawarkan sebuah saluran pelampiasan emosi yang jauh lebih positif.

Beban stres harian yang sekadar dipendam dalam waktu lama pasti akan terus terakumulasi dan pada batas ambang tertentu sangat berisiko membuat penderitanya meledak-ledak tanpa kendali. Daripada terus menyimpannya di dalam pikiran, menyalurkan beban mental dengan mengikuti berbagai tren olahraga populer dinilai sangat ampuh membantu mengembalikan stabilitas mental.

Selain mampu memberikan ragam manfaat psikologis yang nyata, pelampiasan energi yang tertahan melalui aktivitas fisik tersebut tentunya turut berkontribusi aktif dalam membuat kondisi kebugaran tubuh menjadi semakin optimal.

"Dirilis lewat olahraga bagus nggak? Bagus. Kalau kita sudah tahu kita stres, tapi kita kekep terus kita tidur, ya tambah stres," ujar Anna.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author