OTK Lempar Bom Molotov ke Rumah Pengacara di Ciracas

Share

Rumah seorang pengacara bernama Sulardi di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal (OTK) pada Kamis (3/7/2026) pukul 02.30 WIB, yang diduga dipicu oleh kasus sengketa lahan yang sedang ditanganinya, seperti dilansir dari Detikcom.

Insiden pelemparan ini mengakibatkan bagian bawah pintu gerbang rumah korban sempat terbakar, namun kobaran api berhasil segera dipadamkan oleh warga sekitar sehingga tidak merembet ke bangunan utama.

Sulardi menduga kuat bahwa aksi teror visual ini memiliki keterkaitan erat dengan perkara perebutan hak atas tanah di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang saat ini sedang dikawalnya.

"Kalau dugaan saya itu ada kaitan sengketa lahan itu di Kebon Jeruk itu. Saya demi membantu ya masyarakat yang punya hak kemudian haknya itu dikuasai orang lain gitu lho. Nah, itu gambarannya seperti itu," ujar Sulardi.

Menurut penuturannya, kasus hukum mengenai lahan tersebut sebenarnya telah memiliki keputusan tetap dari Pengadilan Negeri Jakarta Barat, sehingga ia bersama tim hukum berupaya mengesekusi hak kliennya.

"Putusan sudah inkrah, kemudian kita mencoba untuk menguasai tanah milik klien saya bersama teman-teman, kan gitu. Ceritanya masalahnya itu aja. Awalnya insyaallah seperti itu," tambah Sulardi.

Ia juga menegaskan bahwa selama ini dirinya tidak pernah memiliki masalah pribadi dengan pihak lain dalam menjalankan profesinya sehari-hari.

"Betul, betul (diduga karena sedang menangani perkara tersebut). Dugaannya seperti itu karena memang sebelumnya saya juga nggak pernah ada masalah. Saya kerja biasa-biasa aja, tapi ya belakangan ini. Terkait dengan objek itu kok ada pihak sana pihak sini yang kemudian mengkondisikan situasi sehingga ya terjadilah seperti kemarin di rumah saya itu," ungkap Sulardi.

Kecurigaan terhadap pergerakan pelaku sudah dirasakan oleh warga sekitar sejak beberapa hari sebelum aksi pelemparan bom molotov terjadi di kediaman pengacara tersebut.

"Itu hari Senin malam itu ya memang ada pihak-pihak yang dicurigai oleh tetangga-tetangga itu, oleh teman-teman yang pada nongkrong di depan itu mencurigailah itu bukan orang lama, orang baru gitu lho, orang asing," tutur Sulardi.

Beberapa orang tidak dikenal itu dilaporkan sempat mondar-mandir dan melontarkan sejumlah pertanyaan kepada warga sekitar untuk memantau situasi lingkungan.

"Memperhatikan situasi, mondar-mandir, lihat situasi lingkungan, kemudian bertanya sana bertanya sini. Seolah-olah itu dia akan ada yang mencari sesuatu, membeli sesuatu. Tapi indikasinya itu tidak dikenal oleh tetangga itu, tetangga-tetangga dan teman-teman itu enggak mengenal siapa mereka gitu," ungkap Sulardi.

Pada malam kejadian, Sulardi yang terjaga dini hari untuk beribadah langsung bergegas keluar setelah mendengar teriakan peringatan dari tetangganya mengenai kobaran api.

"Nah, kemudian pas kebetulan saya bangun jam 02.15 WIB ya, jam 02.15 itu setelah saya mau persiapan mau mandi, ternyata ada yang teriak-teriak dari luar, manggil-manggil. 'Pak Haji, Pak Haji, Pak Haji'. Nah, kemudian saya keluar. Begitu saya keluar kok ada api menyala," ungkap Sulardi.

Beruntung, dampak kerusakan akibat lemparan botol bahan bakar tersebut tidak meluas ke area perumahan padat penduduk itu.

"Hanya pintu gerbang aja, pintu gerbang (terbakar) terkena pintu gerbang. Cuma karena minyaknya itu di bawah, yang terbakar itu bagian bawah," ungkap Sulardi.

Aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Timur kini tengah bergerak melacak keberadaan para pelaku dengan mengumpulkan bukti-bukti digital dari kamera pengawas di sekitar tempat kejadian perkara.

"Iya, tentu polisi melakukan pengecekan CCTV di lokasi tersebut," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi.

Polisi sejauh ini telah memeriksa dua orang saksi di lokasi yang melihat langsung pergerakan dua orang mencurigakan berboncengan sepeda motor saat melempar botol berisi bahan bakar.

"Menurut keterangan para saksi yang berada di tempat kejadian, tindakan dilakukan oleh dua orang diduga pelaku yang menggunakan sepeda motor dengan membawa botol berisi bahan yang diduga bom molotov," ujar AKP Made Budi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author