Pemerintah Perluas Penggunaan CNG dan Siapkan Infrastruktur Stasiun Induk
Pemerintah mulai memperluas wilayah penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) di Indonesia. Infrastruktur pendukung seperti stasiun induk atau mother station kini tengah disiapkan sebagai pusat pengolahan sekaligus distribusi gas alam tersebut.
Fasilitas stasiun induk CNG ini akan dibangun di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Proyek strategis nasional tersebut dipantau langsung oleh Kantor Staf Kepresidenan (KSP), seperti dilansir dari Detik Finance.
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman meninjau langsung perkembangan proyek stasiun induk CNG di Tanjung Enim. Ia menjelaskan bahwa penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan beberapa aspek administrasi lainnya masih harus diselesaikan.
"Memang ada beberapa permasalahan, namun karena semua sepakat bahwa demi bangsa dan negara dan ini merupakan proyek nasional, program strategis nasional yang harus kita kembangkan," ujar Dudung dalam keterangannya, dikutip Minggu (5/7/2026).
Proses administrasi dan pengerjaan fisik akan dilakukan secara paralel lewat koordinasi bersama kementerian terkait dan pemerintah daerah. Langkah ini diambil agar target penyelesaian proyek pada tahun ini dapat tercapai sesuai mekanisme yang berlaku.
"Di dalam penyelesaian administrasi itu sendiri, karena ini harus segera, target sesuai dengan tahun ini, maka proyek ini akan segera dikerjakan," tegas Dudung.
Pemilihan Sumatera Selatan sebagai lokasi pembangunan didasari oleh melimpahnya potensi sumber daya gas bumi dan batu bara di daerah tersebut. Hal ini membuat wilayah tersebut memiliki peran strategis dalam menyokong sektor energi nasional.
Pembangunan Mother Station CNG di Tanjung Enim ini diharapkan mampu memberikan dampak positif secara langsung bagi masyarakat. Fokus utamanya adalah penciptaan lapangan kerja baru serta penguatan ketahanan energi nasional.
"Yang paling dominan dirasakan pasti adalah membuka lapangan pekerjaan, kemudian ketahanan energi nasional," jelas Dudung.
Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto memberikan apresiasi terhadap dukungan yang diberikan oleh Kepala Staf Kepresidenan beserta jajaran. Dukungan tersebut sangat penting dalam mengawal optimalisasi pemanfaatan gas domestik.
Optimalisasi ini difokuskan pada pengembangan Coalbed Methane (CBM) Tanjung Enim. Selain itu, pengawalan juga dilakukan untuk infrastruktur penyaluran gas di wilayah Pagardewa.
"Dengan infrastruktur dan pengalaman yang dimiliki PGN sebagai Subholding Gas Pertamina, kami siap menjalankan peran sebagai penghubung antara potensi pasokan gas domestik dengan kebutuhan energi nasional, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat serta berkontribusi pada perekonomian daerah," kata Arief.