Prancis Kecam Permainan Kasar Paraguay di Piala Dunia 2026
Sejumlah pemain tim nasional Prancis melayangkan kritik tajam terhadap gaya permainan kasar skuad Paraguay setelah kedua tim bertanding pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 hari Sabtu. Dilansir dari goal.com, para pemain asuhan pelatih Gustavo Alfaro dinilai melakukan banyak pelanggaran keras sepanjang laga, namun tim asal Amerika Selatan tersebut justru menyudahi pertandingan tanpa menerima satu pun kartu kuning. Sebaliknya, kubu Prancis yang berusaha tetap tenang justru diganjar tiga kartu kuning meski mereka berulang kali menerima sikutan, provokasi, aksi teatrikal berlebihan, hingga injakan sepatu ke tulang kering.
"Kami telah menunjukkan kepada Paraguay bahwa jika mereka ingin bermain kotor, kami juga bisa melakukannya," kata Mbappé, Kapten Tim Nasional Prancis.
Pemain depan Real Madrid tersebut menambahkan bahwa armada Les Bleus siap meladeni perang urat syaraf di lapangan jika lawan tidak berniat memainkan sepak bola yang bersih. “Jika kami harus menyingsingkan lengan baju, kami pun akan melakukannya. Mereka mengira kami akan bermain dengan setelan jas, tapi kami juga bisa bermain sepak bola dengan cara yang kotor. Kami telah menunjukkan bahwa kami bukan hanya tim yang bisa bermain sepak bola menyerang,” kata Mbappé.
Situasi keras di lapangan tersebut turut memicu keheranan dari punggawa Prancis lainnya yang menyaksikan langsung ketatnya laga dari bangku cadangan sebelum masuk di babak kedua. “Saya tidak mengerti bagaimana Paraguay bisa melakukan tiga puluh pelanggaran tanpa mendapat kartu kuning,” kata Rayan Cherki, Gelandang Prancis.
Pemain pengganti tersebut menegaskan bahwa skuad Prancis tidak akan gentar menghadapi lawan yang mengandalkan keunggulan fisik maupun intimidasi di atas lapangan. “Hari ini kami tunjukkan kepada semua orang yang ingin berperang melawan kami bahwa kami sudah siap,” kata Cherki. Ketegangan antar kedua tim dilaporkan sempat berlanjut sesaat setelah peluit panjang berbunyi akibat aksi perayaan kemenangan yang dinilai berlebihan oleh kubu lawan, sebelum akhirnya situasi mereda.