Ahli Botani Temukan Kembali Spesies Rafflesia Paling Langka di Filipina

Share

Eksplorasi alam di Filipina berhasil menemukan kembali salah satu spesies Rafflesia paling langka setelah lebih dari 15 tahun tidak pernah terdokumentasi di alam liar, seperti dikutip dari Detik iNET. Tanaman bertipe Samar Rafflesia (Rafflesia manillana) ini dijumpai melalui survei eksplorasi di Samar Island Natural Park (SINP), kawasan hutan lindung terbesar di negara tersebut. Catatan terakhir mengenai keberadaan Rafflesia di wilayah konservasi tersebut ada pada Maret 2011, sebelum populasinya dikhawatirkan menyusut drastis akibat kerusakan habitat alami.

Survei terbaru yang diprakarsai oleh Protected Area Management Office di Samar Island Natural Park sengaja digelar untuk memetakan persebaran sekaligus memantau kondisi populasi tanaman unik ini.

Dua ahli botani terkemuka Filipina, Dr. Pastor Malabrigo Jr. dan Dr. Julie Barcelona, telah mengonfirmasi identitas fisik dari bunga langka yang ditemukan tersebut. Pihak pengelola taman nasional menyatakan bahwa penemuan ini memberikan indikasi positif bahwa Samar Rafflesia masih sanggup bertahan di tengah tekanan terhadap ekosistem hutan.

"Penemuan kembali ini memberikan harapan baru bagi para pegiat konservasi bahwa populasi spesies yang terancam punah ini masih bertahan meskipun ancaman terhadap ekosistem hutan terus meningkat," demikian pernyataan Samar Island Natural Park, dikutip dari The Star, Minggu (5/7/2026). Karakteristik Rafflesia tergolong sebagai tumbuhan holoparasit yang tidak dibekali daun, batang, maupun akar, sehingga seluruh pemenuhan nutrisinya bergantung pada tanaman inang.

Fase hidup vegetatifnya berlangsung secara tersembunyi di dalam jaringan tanaman merambat dari genus Tetrastigma, sebelum memunculkan bunga raksasa yang hanya mekar selama beberapa hari. Aroma menyengat mirip daging membusuk yang dikeluarkan oleh bunga ini berfungsi menarik perhatian lalat sebagai agen penyerbuk alami di habitatnya. Berdasarkan Department Administrative Order No. 2026-20, Samar Rafflesia masuk ke dalam kategori spesies terancam punah di Filipina karena persebarannya yang sangat terbatas.

Aktivitas manusia, pembukaan lahan hutan, dan kerusakan habitat menjadi faktor utama yang membuat kelangsungan hidup flora ini menjadi sangat rentan.

Samar Island Natural Park sendiri memiliki luas mencapai lebih dari 333 ribu hektare yang membentang di tiga provinsi, meliputi Samar, Northern Samar, dan Eastern Samar. Bentang alam ini menjadi salah satu sisa hutan hujan tropis tua sekaligus rumah bagi satwa endemik seperti elang Filipina, tarsius Filipina, babi hutan Filipina, hingga rusa tutul Filipina.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author