Pakar Gizi Ungkap Bubur Ayam Lebih Rendah Kalori Dibanding Nasi Uduk
Memilih menu sarapan yang tepat sangat membantu tubuh agar tetap berenergi sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Di Indonesia, nasi uduk dan bubur ayam menjadi dua pilihan menu sarapan yang paling populer karena mengenyangkan.
Dilansir dari Detik Health, sehat atau tidaknya menu sarapan ini sangat bergantung pada aspek penyajian hingga bumbu yang digunakan. Spesialis gizi klinik dr Raissa E. Djuanda, M.Gizi, SpGK, AIFO-K, FINEM menjelaskan bahwa bubur umumnya lebih rendah kalori.
"Lebih sehat atau tidaknya tergantung dari cara penyajian, topping, dan bumbu yang digunakan. Namun, pada umumnya bubur lebih rendah kalori dan lebih mudah dicerna dibandingkan dengan nasi uduk," jelas dr Raissa ketika dihubungi detikcom.
Penggunaan topping pada menu sarapan perlu sangat diperhatikan agar tetap menyehatkan tubuh. Pemilihan lauk yang dimasak dengan cara digoreng sebaiknya dikurangi pada bubur maupun nasi uduk karena bisa meningkatkan kalori.
"Perhatikan tambahan lauknya, sebaiknya jangan pakai gorengan seperti ayam goreng atau kerupuk," kata dr Raissa.
Ahli gizi Neng Milani Suhaeni, S T, Gz juga mengingatkan masyarakat untuk memerhatikan pilihan topping saat mengonsumsi bubur ayam.
"Biasanya kalau di Indonesia makan bubur ayam tambahannya pakai gorengan, atau sate ati ampela, atau sate kulit, telur puyuh. Nah, sumber lemak ini yang harus jadi perhatian. Apalagi dalam bubur kan sangat minim sekali serat, jadi nggak seimbang kebutuhannya," kata Neng.
Untuk menghindari peningkatan kalori dan lemak tak sehat, disarankan memilih topping yang diolah dengan cara direbus.
"Lebih baik dengan ayam suwir rebus atau telur untuk toppingnya," kata dr Raissa.
"Intinya protein harus diutamakan dan berkualitas," tandasnya.
Selain itu, bubur Manado juga dapat menjadi alternatif pilihan sarapan yang sehat karena kaya akan berbagai macam nutrisi.
"Kalau pun mau sehat ya bubur Manado, yang lengkap ada protein hewani, sayuran, dan labu kuning," ungkap Neng.
Manfaat Rutin Sarapan Bagi Tubuh
Saat bangun tidur pada pagi hari, kondisi tubuh umumnya belum mendapatkan asupan makanan selama berjam-jam. Dikutip dari laman Better Health, sarapan bermanfaat besar untuk meningkatkan energi dan mengembalikan kadar glikogen tubuh.
Melewatkan sarapan dapat memengaruhi kinerja mental seseorang, termasuk tingkat perhatian, kemampuan berkonsentrasi, hingga daya ingat. Otak membutuhkan energi dari glukosa untuk memulai aktivitas sehari-hari secara optimal.
Rutin mengonsumsi sarapan juga ampuh menurunkan berbagai risiko penyakit kronis. Orang yang rutin sarapan memiliki risiko terkena obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.