InJourney Airports Tuntaskan Pemberangkatan 204 Ribu Jemaah Haji 2026

Share

PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports merampungkan fase keberangkatan jemaah calon haji musim penyeleggaraan Ibadah Haji 2026 menuju Arab Saudi pada Kamis, 21 Mei 2026. Fase ini resmi berakhir setelah penerbangan Kloter 116 lepas landas dari Bandara Juanda Surabaya menuju Jeddah pada pukul 23.00 WIB.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, operator bandara ini telah mengelola sebanyak 527 penerbangan haji menuju Jeddah dan Madinah sepanjang periode keberangkatan dari 21 April sampai 21 Mei 2026. Secara total, terdapat sekitar 204 ribu penumpang yang mencakup jemaah calon haji dan petugas haji yang terlayani melalui 14 bandara operasional di Indonesia.

Fase keberangkatan tahun ini mencatatkan lima titik embarkasi paling padat di tanah air. Bandara Juanda Surabaya menempati posisi pertama dengan melayani 44 ribu jemaah, diikuti oleh Bandara Soekarno Hatta Tangerang sebanyak 35 ribu jemaah, dan Bandara Adi Soemarmo Solo sekitar 29 ribu jemaah. Serta Bandara Kertajati Majalengka memfasilitasi 17 ribu jemaah, sementara Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menangani 16 ribu jemaah calon haji.

Kelancaran operasional selama periode ini ditandai oleh capaian tingkat ketepatan waktu penerbangan atau on time performance (OTP) yang menyentuh angka 97 persen. Dari total seluruh penerbangan haji yang dijadwalkan, sebanyak 512 penerbangan berhasil mengudara tepat waktu sesuai dengan target operasional perusahaan.

Pihak manajemen menyatakan apresiasi mendalam terhadap kinerja seluruh elemen yang bertugas di lapangan. Pihaknya memastikan penugasan staf dilakukan secara maksimal demi kenyamanan para jemaah.

"Seluruh staf bandara InJourney Airports Melayani Sepenuh Hati jemaah haji, untuk turut mengantarkan para jemaah memulai perjalanan ibadah menuju Tanah Suci," ujar Mohammad R. Pahlevi, Direktur Utama InJourney Airports.

Pahlevi menjelaskan bahwa tingginya persentase ketepatan waktu penerbangan haji ditopang oleh koordinasi yang terintegrasi lintas instansi. Kedisiplinan alur jemaah dari asrama haji hingga masuk ke pesawat, serta kesiapan operasional fasilitas sisi udara (air side) menjadi faktor penentu kesuksesan tersebut.

"Tingginya OTP ini mencerminkan kolaborasi yang sangat baik di antara seluruh pihak, antara lain InJourney Airports sebagai operator bandara, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, operator ground handling, serta dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Haji & Umrah, dan Danantara Indonesia," ujar Mohammad R. Pahlevi.

Faktor manajemen kapasitas darat dan udara juga memegang peranan krusial dalam menyokong kelancaran arus keberangkatan. Pengaturan jadwal pesawat dilakukan secara ketat untuk meminimalkan potensi keterlambatan penerbangan.

"Fasilitas bandara khususnya di sisi udara (air side), pengelolaan slot time penerbangan serta alokasi pesawat di bandara juga mendukung tingginya OTP penerbangan haji," ungkap Mohammad R. Pahlevi.

Penyelenggaraan tahun ini turut diwarnai perluasan implementasi Makkah Route, yakni fasilitas keimigrasian Arab Saudi di Indonesia, yang kini mencakup empat bandara utama termasuk Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Di samping itu, Bandara Internasional Yogyakarta mencetak sejarah dengan melayani penerbangan langsung perdana bagi sekitar 9 ribu jemaah haji.

"Tahun lalu layanan Makkah Route ada di 3 bandara, dan pada tahun ini bertambah menjadi 4 bandara di mana yang terbaru adalah Sultan Hasanuddin Makassar. InJourney Airports siap mendukung layanan Makkah Route di bandara-bandara yang ditunjuk pemerintah," ujar Mohammad R. Pahlevi.

Pahlevi menggarisbawahi bahwa kesiapan infrastruktur bandara baru tersebut telah teruji dengan baik sepanjang fase keberangkatan. Kesiapan fasilitas darat maupun udara dinilai andal dalam memfasilitasi penerbangan langsung jarak jauh.

"InJourney Airports memastikan kesiapan seluruh bandara, termasuk Bandara Internasional Yogyakarta yang baru pertama kalinya melayani keberangkatan jemaah haji. Keberhasilan ini menunjukkan keandalan fasilitas sisi udara dan sisi darat di bandara Internasional Yogyakarta," jelas Mohammad R. Pahlevi.

Setelah merampungkan fase keberangkatan, InJourney Airports mengalihkan fokus pada persiapan fase pemulangan jemaah haji ke tanah air. Berdasarkan jadwal resmi, tahapan kepulangan jemaah haji akan berlangsung mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author