Dies Janse Soroti Metode Latihan Intensif Staf Kepelatihan Ajax Amsterdam
Bek muda Ajax Amsterdam Dies Janse menyoroti metode latihan intensif dan visi taktis yang diterapkan oleh pelatih baru, Míchel, beserta jajaran stafnya setelah ia kembali dari masa peminjaman.
Dilansir dari Ajax Showtime pada Sabtu, 4 Juli 2026, Janse kembali mengenakan seragam Ajax dalam laga uji coba pramusim pertama melawan Panathinaikos yang berakhir dengan kekalahan 1-3.
"Eerste voorbereidingswedstrijd moet je altijd even de fysieke prikkel opzoeken," ujar Dies Janse, bek Ajax Amsterdam.
Pemain berusia dua puluh tahun tersebut menjelaskan situasi setelah pertandingan ketika para pemain langsung diminta untuk melakukan latihan lari cepat tambahan di lapangan.
"Nu moesten we nog even een paar sprintjes trekken," kata Dies Janse.
Janse kemudian mengomentari jalannya pertandingan persahabatan perdana yang dilakoni oleh tim raksasa Belanda tersebut dalam mempersiapkan musim kompetisi baru.
"De patronen en de dingen die we hebben geleerd probeer je gelijk toe te passen. Dat gaat met ups en downs. Verliezen met 1-3 is altijd k*t, maar je neemt de positivie dingen mee. We gaan werken aan de dingen waar we voort op willen borduren," tutur Dies Janse.
Pada akhir babak kedua, pemain bertubuh jangkung dengan tinggi 1,96 meter ini melakukan tekanan tinggi yang sukses memicu peluang emas bagi rekan setimnya, Maher Carrizo.
"Op een gegeven moment sta je 1-3 achter en je komt hier ook niet om achterover te leunen. Wat Davy ook terecht zei: we gaan nu volle bak een-op-een," jelas Dies Janse mengenai instruksi di lapangan.
Aksi intersept tersebut berhasil memberikan tekanan balik kepada lini pertahanan lawan di sisa waktu pertandingan babak kedua.
"Dan ga je gewoon. Dan probeer je de bal te onderscheppen en dan krijgen we daar gelukkig nog een goede kans uit," lanjut Dies Janse.
Setelah menghabiskan musim lalu sebagai pemain pinjaman di FC Groningen, Janse membagikan kesannya mengenai kembalinya ia ke skuad utama Ajax Amsterdam.
"Eigenlijk wel gek. Het is een bijzondere wereld dat je ineens weggaat, dan zie je elkaar toevallig drie keer en nu ben je er weer," ungkap Dies Janse.
Pemain muda tersebut merasa sangat gembira karena bisa berkumpul kembali dan memulai latihan dengan energi positif bersama rekan-rekan setimnya.
"Ik vind het leuk om die gasten allemaal weer te zien en weer met een positivie energie aan de bak te gaan," pungkas Dies Janse.
Ia menilai masa peminjamannya di FC Groningen telah membantunya berkembang pesat, baik di dalam lapangan maupun dalam kehidupan pribadi sebagai seorang pria dewasa.
"Ze hebben bizarre ideeën over het spelletje. Zoals jullie weten: het Engels is een dingetje en het overbrengen is een dingetje, maar het idee zit er. Dat komt helemaal goed.
De trainingen zijn intensief. Fysiek zit er een hoog tempo in en dat is alleen maar goed," papar Dies Janse mengenai staf kepelatihan Míchel.
Sebagai evaluasi personal untuk meningkatkan performanya, Janse mengakui masih ada beberapa detail defensif yang harus ia perbaiki ke depan.
"Je hebt altijd persoonlijke doelen. Ik ben natuurlijk 1,96 meter, dus rennen en keren. Ik had in de wedstrijd twee momenten waarbij ik dacht: hier had ik vooruit kunnen dekken.
Dat deed ik misschien niet en dat zijn momenten die je moet aangrijpen. Dan kan je nog een completere verdediger worden," kata Dies Janse mengakhiri penjelasannya.