Iga Swiatek Tersingkir dari Wimbledon Usai Kalah dari Alexandra Eala
Petenis unggulan Iga Swiatek dipastikan gagal mempertahankan gelarnya dalam turnamen Wimbledon setelah menderita kekalahan dari petenis muda Filipina, Alexandra Eala, pada pertandingan babak ketiga di Centre Court, London, Sabtu, 4 Juli 2026.
Swiatek harus merelakan mahkotanya setelah kalah dengan skor akhir 7-6(11-9) dan 6-2 dari Eala melalui pertandingan yang diwarnai banyak kegagalan pemanfaatan peluang. Hasil minor ini juga membuat Swiatek bakal terlempar dari peringkat 10 besar dunia untuk pertama kalinya sejak Mei 2021 saat pembaruan peringkat WTA dirilis.
Performa Swiatek di lapangan dinilai kurang konsisten dalam menerapkan agresivitas terkontrol melawan Eala yang bermain dengan sudut-sudut tajam serta putaran bola dari pukulan forehand kidalnya. Swiatek bahkan mencatatkan 27 unforced errors berbanding 20 winners, serta sempat terlihat frustrasi kepada tim pelatihnya setelah set pertama usai.
Pelatih utama Francisco Roig sempat memberikan instruksi tegas kepada Swiatek di pinggir lapangan guna merespons situasi sulit yang dihadapi anak asuhnya tersebut.
"she is not beating you, you are losing," kata Francisco Roig, Pelatih Iga Swiatek.
Kekalahan ini sekaligus mengekspos masalah servis Swiatek yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Eala, termasuk saat Swiatek melakukan dua kali double faults pada set kedua hingga akhirnya tertinggal 4-0 dan gagal bangkit di game terakhir yang berjalan selama 10 menit.
Bagi Eala, kemenangan atas juara Grand Slam enam kali ini mengantarkannya ke babak keempat Wimbledon untuk menghadapi Jasmine Paolini pada hari Senin mendatang.
"Maybe for someone like Iga who has won so many slams … or maybe someone like Serena or Venus this achievement may seem small, but for someone who grew up in the Philippines …" ujar Alexandra Eala, Petenis Filipina.
Eala sempat emosional dan suaranya terdengar bergetar di tengah sesi wawancara di atas lapangan saat menceritakan perjuangan masa kecilnya bersama keluarga.
"I went to train with my brother and grandfather every day after school ,with my ruffled socks and my light up shoes and chubby cheeks, so for her this is everything." kata Alexandra Eala, Petenis Filipina.