Manchester United Dekati Ederson dari Atalanta untuk Perkuat Lini Tengah
Manchester United dikabarkan makin dekat untuk mendapatkan gelandang Atalanta, Ederson. Seperti dikutip dari Bola, nilai transfer pemain asal Brasil tersebut diperkirakan mencapai 34 juta paun ditambah bonus sekitar 3,8 juta paun. Jika kesepakatan terwujud, Ederson berpotensi menjadi rekrutan termurah di sektor tengah pada musim panas ini.
Namun, harga yang relatif rendah tidak menandakan kualitasnya berada di bawah target lain Setan Merah. Klub asuhan Michael Carrick ini harus menghadapi tuntutan harga jauh lebih tinggi untuk gelandang lain. West Ham United mematok banderol 80 juta paun untuk Mateus Fernandes, sedangkan Nottingham Forest enggan melepas Elliot Anderson di bawah 105 juta paun.
Nama Ederson mungkin kurang menarik perhatian suporter pada awal bursa transfer dibandingkan nama besar lainnya. Namun, ketika musim berjalan, pemain berusia 26 tahun ini bisa menjadi keputusan transfer paling cerdas bagi Manchester United.
Ederson dinilai memiliki kemampuan yang dapat menjadi fondasi baru bagi lini tengah Setan Merah. Pemain ini sering disebut sebagai calon pengganti Casemiro, meskipun profil permainannya tidak sesederhana itu. Ia bukan tipe gelandang bertahan murni yang hanya menjaga area depan bek. Dirinya juga bukan gelandang serang yang bertugas utama menciptakan peluang di dekat kotak penalti lawan.
Selama membela Atalanta di bawah asuhan Gian Piero Gasperini, Ederson menunjukkan kemampuan menjalankan berbagai fungsi. Ia memiliki mobilitas tinggi untuk menjangkau area luas saat kehilangan bola dan mampu mengalirkan bola melewati tekanan lawan. Karakter serbabisa ini dianggap sebagai kebutuhan Carrick untuk membangun ulang ruang mesin tim. Beberapa tahun terakhir, kombinasi dua gelandang dengan tugas spesifik di Manchester United sering kali membuat tim kehilangan keseimbangan.
Pelajaran dari Rekrutmen Terdahulu
Perekrutan Manuel Ugarte senilai 50 juta paun menjadi salah satu contoh transfer yang dianggap kurang berhasil. Ia diharapkan menjadi jangkar yang membebaskan Kobbie Mainoo untuk menyerang, tetapi ekspektasi tersebut tidak sepenuhnya terwujud. Banyak pihak menilai profil Ugarte keliru dibaca sebelum direkrut karena kemampuan merebut dan mempertahankan bolanya tidak sesuai harapan.
Rentetan keputusan transfer yang kurang tepat sempat membuat reputasi rekrutmen klub dipertanyakan. Potensi kedatangan Ederson kini dipandang berbeda karena pergerakan transfer klub dinilai mulai lebih terukur. Proses adaptasi pemain Brasil ini juga diprediksi berjalan lebih cepat berkat rekam jejaknya di Eropa.
Saat tiba di Eropa bersama Salernitana, ia hanya butuh setengah musim untuk meyakinkan Atalanta membelinya seharga 20 juta paun. Ederson juga telah membuktikan kualitasnya saat menghadapi klub-klub Inggris di kompetisi Eropa.
Penampilan impresifnya melawan Liverpool pada semifinal Liga Europa 2024 menjadi sorotan utama. Dalam dua leg pertandingan tersebut, Ederson tampil dominan dalam mengganggu ritme permainan lawan sekaligus mengatur tempo permainan Atalanta.
Catatan Statistik Atletisme
Meskipun performanya musim lalu tidak selalu konsisten setelah pergantian pelatih di Atalanta, catatan statistiknya tetap mengesankan. Data dari spesialis analisis sepak bola, Gradient Sports, menempatkan Ederson sebagai gelandang tengah dengan nilai atletisme tertinggi ketiga di lima liga top Eropa.
Nilai atletismenya mencapai 99,2 di antara pemain yang tampil minimal dalam separuh pertandingan tim. Di daftar sepuluh besar tersebut, hanya Alex Scott dari Bournemouth yang merupakan pemain dari Premier League. Ederson hanya kalah dari Bernardo Silva dan Florentino Luis dalam catatan jarak tempuh per 90 menit. Bahkan, ia mencatat jarak sprint sejauh 8,98 kilometer, menjadikannya yang tertinggi di antara gelandang tengah lain di lima liga top Eropa.
Dalam aspek merebut dan mengalirkan bola, performa Ederson tetap berada di atas rata-rata Serie A. Penurunan konsistensi permainan tersebut diduga membuatnya harus absen di Piala Dunia 2026, sementara Casemiro masuk skuad Brasil. Situasi ini yang menjadi alasan Manchester United bisa mendapatkan jasanya dengan harga lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Setelah menikmati jeda kompetisi, Ederson berpeluang mengembalikan performa puncaknya di Old Trafford.