Badan Komunikasi Tanggapi Sorotan Komisaris BUMN Krakatau Posco
Kepala Badan Komunikasi Muhammad Qodari memberikan tanggapan pada Sabtu (04/07/2026) mengenai sorotan masyarakat terhadap penunjukan asisten pribadi Raffi Ahmad, Mufli Budi Ananda, sebagai komisaris di PT Krakatau Posco.
Gelombang kritik muncul setelah latar belakang pendidikan Mufli yang merupakan lulusan Diploma III dipublikasikan, berdasarkan data dari Bloombergtechnoz. Qodari menjelaskan bahwa posisi pengawas di perusahaan milik negara tersebut memerlukan modal utama berupa akal sehat dan niat baik yang didukung oleh pengalaman kerja.
"Nah semua pengalaman itu bisa dimanfaatkan untuk bisa memberikan perspektif dan memberikan pengawasan kepada BUMN," ujar Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi.
Pihaknya menekankan bahwa dewan pengawas mengemban tanggung jawab besar untuk memantau jalannya operasional perusahaan dari segi keuangan hingga visi misi. Selain itu, fungsi penasihat ini juga melekat sebagai perwakilan negara selaku pemegang saham utama di perusahaan pelat merah tersebut.
"Sekali lagi kalo pengalaman saya, disitu ada pengawasan, di situ ada ide dan gagasan. Jadi kalo kita kembalikan kepada porsi yang seberangnya, sesungguhnya keberadaan komisaris sangat baik dan sangat bermanfaat bagi BUMN," ujar Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi.
Berdasarkan informasi Pangkalan Data Pendidikan (PDDIKTI), Mufli Budi Ananda tercatat mengundurkan diri dari studi Teknik Industri Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) pada tahun akademik 2018-2019. PT Krakatau Posco sendiri merupakan perusahaan patungan pembuatan baja terpadu di Cilegon dengan kepemilikan saham masing-masing 50 persen antara PT Krakatau Steel Tbk dan POSCO asal Korea Selatan.