IHSG Ditutup Melemah Akibat Tekanan Saham Pemberat di Jakarta

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah di zona merah pada penutupan perdagangan Jumat (3/7/2026) akibat tertahan oleh pergerakan sejumlah saham laggard. Melemahnya indeks terjadi di tengah tingginya volatilitas pasar sepanjang pekan ini.

Sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz, indeks acuan tersebut sebenarnya sempat menguat 2,28 persen ke posisi 5.875. Meski demikian, IHSG secara akumulatif masih mencatatkan penurunan sebesar 0,35 persen dalam sepekan terakhir.

Penurunan indeks ini dipicu oleh saham PGAS yang membebani IHSG sebesar 3,02 poin. Emiten tersebut juga menjadi penahan utama indeks LQ45 setelah mengurangi bobot sebesar 0,56 poin.

Selain PGAS, saham AMRT turut memberikan tekanan terhadap pergerakan pasar modal. Saham AMRT masing-masing mengurangi bobot IHSG sebesar 2,47 poin dan indeks LQ45 sebesar 0,46 poin.

Di sisi lain, saham AMMN memimpin jajaran penggerak indeks sepanjang pekan ini. Sentimen positif pendorong pasar tersebut diikuti pula oleh saham TLKM serta ANTM.

Fluktuasi pasar dipengaruhi oleh kontraksi indeks manufaktur PMI Indonesia ke level 46,9 pada Juni 2026. Selain itu, ketegangan geopolitik terkait tarik ulur perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran turut menjadi sentimen penentu.

Akibat sentimen tersebut, IHSG sempat merosot hingga menyentuh level penutupan terendah pekanan di posisi 5.643 pada Selasa (30/6/2026). Sementara itu, aktivitas investor asing tercatat masih membukukan aksi jual bersih.

Aksi jual bersih atau net sell investor asing tersebut mencapai Rp2,73 triliun pekan ini. Angka tersebut menunjukkan penurunan volatilitas dibanding catatan net sell pekan lalu sebesar Rp3,43 triliun.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: ihsg pasar saham saham laggard
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author