OPM Tembak Ibu Hamil di Sugapa Intan Jaya

Share

Seorang ibu hamil tewas akibat terkena peluru nyasar dari tembakan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Kamis (2/6).

Insiden maut tersebut dikonfirmasi oleh pihak militer berdasarkan hasil investigasi serta analisis kronologi di tempat kejadian perkara, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Gangguan tembakan kelompok bersenjata di Sugapa yang menyebabkan warga sipil terkena peluru nyasar. Fakta lapangan menunjukkan tembakan berasal dari tiga titik yang berbeda," kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna.

Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna menjelaskan bahwa aksi penyerangan ini diidentifikasi dilakukan oleh kelompok OPM yang berada di bawah pimpinan Peles Tigau.

"Berdasarkan laporan lapangan, analisis kronologi, dan pemetaan lokasi, gangguan tembakan dilakukan oleh kelompok bersenjata pimpinan Peles Tigau dari tiga titik berbeda dalam rentang waktu sekitar 15 menit," jelas Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna.

Penembakan dilaporkan berawal pada pukul 18.45 WIT dari Kampung Wandoga, yang kemudian diikuti oleh tembakan berikutnya dari area perbukitan di depan Koramil Sugapa.

"Sekitar pukul 19.00 WIT, kelompok tersebut kembali melepaskan tembakan sebelum melarikan diri ke arah sungai," tambah Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna.

Saat serangan terjadi, aparat keamanan dari Satgas TNI memutuskan untuk tidak membalas tembakan karena faktor cuaca buruk berupa hujan dan kabut tebal demi melindungi warga sekitar.

"Hasil analisis spatial menunjukkan bahwa ketiga sumber tembakan berada pada titik yang berbeda dengan jarak sekitar 900 hingga 1.500 meter. Sementara itu, lokasi korban berada sekitar 321 meter dari titik gangguan tembakan pertama dan berjarak lebih jauh dari posisi personel Satgas TNI," kata Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna.

Pihak TNI menyatakan bahwa pola serangan OPM yang menggunakan area pemukiman warga sangat membahayakan keselamatan masyarakat sipil yang tidak bersalah.

"Karena itu, Koops TNI Habema terus mengedepankan langkah-langkah yang terukur dan profesional agar keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas," tegas Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: OPM Papua Tengah peluru nyasar
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author