Tokopedia Melakukan Penyelarasan Organisasi R&D Pascakabar PHK
Perusahaan perdagangan elektronik Tokopedia tengah melakukan penyelarasan organisasi di bidang riset dan pengembangan (R&D) menyusul mencuatnya kabar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan pada Sabtu, 4 Juli 2026. Langkah restrukturisasi ini diambil setelah perusahaan yang sempat menyandang status startup unicorn tersebut resmi menjadi bagian dari ByteDance sejak tahun 2024 lalu. Dilansir dari Bloombergtechnoz, kebijakan penataan ulang struktur tim ini disebut-sebut sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang perusahaan.
"Kami tengah menyelaraskan organisasi R&D pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," disampaikan Juru Bicara TikTok dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (4/7/2026).
Pihak manajemen ByteDance belum memberikan tanggapan lebih lanjut mengenai dampak penyesuaian ini terhadap jumlah pekerja yang terdampak. Sebelum restrukturisasi ini terjadi, Tokopedia yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada 17 Agustus 2009 memiliki sejarah pendanaan yang besar dari Alibaba Group dan Softbank Vision Fund sebelum akhirnya melakukan merger dengan Gojek membentuk PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk pada 2021.
GOTO kemudian melepas pengendalian atas Tokopedia kepada TikTok pada tahun 2023 yang berhasil memangkas kerugian kuartalan GOTO menjadi Rp102 miliar pada awal kuartal 2024 dari yang sebelumnya mencapai Rp898 miliar. Perubahan kepemilikan dan dinamika kerja pascamerger serta akuisisi ini turut dirasakan langsung oleh para staf yang mengalami masa transisi operasional.
"Masa transisi kayak gini penuh ketidakjelasan. Proyeknya bakal ngapain, pemimpinnya siapa, peran kita gimana dan lain-lain," ujar Devara Akmal, Salah satu eks karyawan Tokopedia melalui akun media sosial Thread miliknya. Mantan pekerja tersebut memutuskan mengundurkan diri pada tahun 2025 karena adanya tekanan untuk menyesuaikan ritme kerja yang dianggap terlalu cepat.
"Kalau mereka sih wajar semangat, gaji ByteDance plus lembur, sukarela kerja. Sedangkan gue? masih gaji Tokopedia," ujarnya.
Hingga saat ini, kondisi internal organisasi dilaporkan masih terus mengalami penyesuaian program kerja demi menyelaraskan ritme bisnis dengan perusahaan induk baru mereka.