Bunda Ini Bagikan Fakta Realistis Stok ASI Perah di Media Sosial
Tren memperlihatkan persediaan ASI perah (ASIP) yang melimpah di media sosial sering kali memicu rasa cemas bagi sebagian ibu menyusui. Pemandangan botol-botol yang tersusun rapi dalam jumlah besar membuat banyak ibu mempertanyakan kecukupan produksi ASI mereka sendiri.
Kondisi ini sempat memicu tekanan emosional bagi seorang ibu bernama Caitlin Wilder. Dilansir dari HaiBunda, perempuan asal Los Angeles ini mengaku sempat stres karena membandingkan hasil pompanya dengan unggahan para ibu lain di internet.
Wilder sempat berniat membeli kulkas tambahan karena mengira akan menghasilkan ASI yang melimpah seperti konten di media sosial. Namun, realitas yang dihadapinya ternyata berbeda.
"Yang saya lihat di internet hanyalah orang-orang memompa ASI dalam jumlah besar, mengisi botol pompa mereka, mengisi teko-teko penuh ASI," kata Wilder, 37, dikutip dari TODAY.
"Saya tidak pernah memompa ASI sebanyak itu dan saya merasa buruk tentang hal itu," sambungnya.
Pengalaman tersebut mendorong Wilder untuk mengedukasi masyarakat mengenai volume pompa yang wajar. Melalui akun media sosialnya, ia membagikan video yang menunjukkan jumlah ASIP miliknya yang cenderung sedikit namun cukup untuk bayinya.
"Saya sedang menjalankan misi. Saya akan menunjukkan kepada orang-orang seperti apa jumlah ASI yang dipompa secara normal, karena tidak ada orang else yang menunjukkannya di internet. Orang-orang merasa tidak enak dengan apa yang mereka dapatkan," katanya.
"Banyak ibu yang sangat ingin melihat itu, dan tidak ada yang membagikannya," katanya.
Respons positif dari publik membuat Wilder konsisten mengunggah ulang video tersebut setiap enam bulan. Unggahan ini diharapkan dapat menekan standar semu yang dibentuk oleh tren media sosial.
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa kapasitas produksi ASI pada setiap ibu sangat beragam. Studi yang dirilis dalam jurnal Pediatrics oleh Kent dan tim peneliti dari University of Western Australia mencatat variasi volume konsumsi bayi.
Berdasarkan riset tersebut, rata-rata volume susu yang dikonsumsi bayi dalam satu sesi menyusu adalah 76 gram. Namun, angka ini memiliki rentang yang sangat luas karena sangat bergantung pada kondisi fisik ibu serta kebutuhan bayi.
Pakar nutrisi sekaligus konsultan laktasi di Rumah Sakit Anak Philadelphia, Ann Cha, menjelaskan indikator normal pada produksi susu. Umumnya, bayi memerlukan konsumsi sekitar 25 hingga 32 ons susu per hari.
Jika seorang ibu melakukan pompa eksklusif sebanyak delapan sesi dalam sehari, target kumulatif yang ideal berkisar antara 3 hingga 4 ons per sesi. Sementara itu, lembaga La Leche League menyebutkan bahwa ibu yang aktif menyusui langsung biasanya menghasilkan kurang dari 2 ons gabungan dalam satu sesi pompa.
Faktor yang Memengaruhi Hasil Pompa
Volume ASIP yang didapatkan dalam sekali sesi pompa bersifat fluktuatif dan tidak bisa disamaratakan. Terdapat sejumlah faktor biologis dan eksternal yang memengaruhi hasil tersebut, antara lain:
- Usia dan fase pertumbuhan bayi.
- Frekuensi intensitas bayi menyusu secara langsung.
- Konsistensi jadwal pemompaan.
- Kondisi kebugaran fisik ibu.
- Tingkat kelelahan serta tekanan stres.
- Kapasitas anatomi payudara dalam menyimpan cairan.
Waktu pemompaan juga memengaruhi volume hasil. Sebagian besar ibu menyusui cenderung memperoleh volume cairan yang lebih tinggi pada pagi hari dibandingkan saat sore atau malam hari.
Kuantitas simpanan di dalam lemari pendingin bukan merupakan indikator utama kesuksesan fase menyusui. Regulasi produksi cairan ini bekerja dengan prinsip permintaan dan penawaran, di mana stimulasi pengeluaran yang konsisten akan memicu kelenjar terus berproduksi.
Tanda kecukupan nutrisi bayi dapat diukur lewat indikator klinis yang nyata. Beberapa di antaranya meliputi pertambahan berat badan yang stabil sesuai grafik tumbuh kembang, kondisi bayi yang tenang setelah menyusu, intensitas buang air kecil yang cukup, serta keaktifan motorik anak.