Mendes PDT Dorong KDKMP Serap Tenaga Kerja Lokal di Flores Timur
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk menyerap tenaga kerja lokal di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, guna mewujudkan pemerataan pembangunan, dilansir dari Detikcom.
Penegasan tersebut disampaikan dalam acara Tatap Muka bersama Kepala Desa dan Kelurahan se-Kabupaten Flores Timur di Gudang KDKMP Kecamatan Weri pada Jumat (3/06).
"Jadi koperasi desa dan kelurahan Merah Putih, ini akan menyerap tenaga kerja 17 orang. Dan wajib hukumnya berasal dari desa, atau kelurahan Kopdes ini berada," ujar Yandri Susanto, Mendes PDT.
Yandri mengingatkan agar pengelola koperasi mematuhi aturan tersebut dan meminta masyarakat melaporkan jika ditemukan pelanggaran ketenagakerjaan.
"Kalau ada tenaga kerja dari luar, lapor ke Kemendes, Pak. Pasti kita periksa," sambung Yandri Susanto, Mendes PDT.
Selain penyerapan tenaga kerja, KDKMP juga dirancang untuk membebaskan masyarakat dari jeratan rentenir serta pinjaman online ilegal melalui penyediaan modal dengan suku bunga maksimal 6 persen per tahun. Koperasi ini juga akan berfungsi sebagai distributor sembako bersubsidi, penampung hasil panen, dan penyedia kebutuhan pokok.
"Kemudian nanti gerainya Bapak Ibu, itu nanti akan ada pupuk. Ada Bank BNI juga," jelas Yandri Susanto, Mendes PDT.
Pemerintah melibatkan Bank Himbara guna mendukung program penghapusan rentenir yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Jadi nanti Bapak Ibu jangan lagi pinjam di rentenir Bu. Maka Pak Presiden Prabowo itu ingin menghapus rentenir melalui adanya sarana dari Bank Himbara," sambung Yandri Susanto, Mendes PDT.
Terkait operasional program, pemerintah berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki tata kelola serta pengawasan agar KDKMP berjalan lebih efisien tanpa menghentikan programnya secara keseluruhan.
"Jadi saya ibaratkan sebatang pohon durian, buahnya 100, mungkin 1 atau 2 yang busuk. Yang busuk ini yang dibuang bukan batangnya yang ditebang," jelas Yandri Susanto, Mendes PDT.
Ia juga menganalogikan hal serupa pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) jika ditemukan masalah dalam pelaksanaannya.
"MBG kalau ada korupsi bukan MBG yang ditebang," lanjut Yandri Susanto, Mendes PDT.
Kegiatan tatap muka ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen, serta mendampingi Yandri yaitu Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes PDT Tabrani.